IPCC Bagikan Dividen Sisa Rp157,6 Miliar untuk Tahun Buku 2025

- Jumat, 12 Juni 2026 | 07:15 WIB
IPCC Bagikan Dividen Sisa Rp157,6 Miliar untuk Tahun Buku 2025

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) memutuskan untuk membagikan sisa dividen sebesar Rp157,6 miliar atau setara Rp86,67 per lembar saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini menjadi wujud komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah secara berkelanjutan kepada para pemegang saham.

Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, menyatakan bahwa pembagian dividen jumbo tersebut mencerminkan kondisi kinerja perusahaan yang sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, pencapaian itu tidak hanya didukung oleh fundamental keuangan yang kuat, tetapi juga hasil dari transformasi operasional yang terus dijalankan guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta daya saing layanan terminal kendaraan nasional.

“Oleh karena itu, manajemen bersama pemegang saham sepakat untuk memberikan apresiasi kepada para investor yang telah menaruh kepercayaan dan tumbuh bersama IPCC hingga saat ini,” ujar Sugeng dalam keterangan resmi, Jumat (12/6/2026).

Ia menegaskan, kebijakan dividen perseroan selalu mempertimbangkan keseimbangan antara imbal hasil bagi pemegang saham dan kebutuhan pengembangan usaha jangka panjang. Bagi IPCC, dividen bukan sekadar distribusi keuntungan, melainkan bagian dari upaya menciptakan nilai yang berkelanjutan.

“Kami berkomitmen menjaga pertumbuhan yang sehat melalui penguatan operasional, pengembangan layanan yang adaptif terhadap kebutuhan industri, serta penerapan prinsip keberlanjutan yang memastikan perseroan tetap mampu memberikan manfaat bagi pemegang saham, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan di masa mendatang,” kata Sugeng.

Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, IPCC menetapkan pembagian dividen total sebesar Rp205,21 miliar atau setara 80 persen dari laba bersih. Nilai tersebut merepresentasikan dividen sebesar Rp112,85 per saham, meningkat 20,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selama tahun 2025, IPCC mencatat pertumbuhan volume kendaraan yang ditangani secara solid. Kendaraan Completely Built-Up (CBU) mencapai 957.661 unit, naik 11,76 persen secara tahunan. Alat berat tercatat 32.677 unit, meningkat 24 persen, sementara truk dan bus mencapai 255.502 unit, melonjak 46,32 persen. Peningkatan ini memperkuat posisi IPCC sebagai operator terminal kendaraan berstandar internasional sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap ekosistem logistik nasional, khususnya di sektor otomotif.

Di sisi lain, berbagai langkah diversifikasi layanan bernilai tambah turut mendongkrak produktivitas dan profitabilitas perseroan. Layanan tersebut meliputi long storage atau port stock, pre-delivery centre (PDC), Inland Transportation, serta integrasi dan implementasi digitalisasi pada terminal, baik internasional maupun domestik. Ke depannya, IPCC berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental dan mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab, menguntungkan, konsisten, dan kompetitif.

“Pembagian dividen tahun buku 2025 mencerminkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham dan upaya menjaga kapasitas pertumbuhan perseroan di masa mendatang. Kinerja yang kami raih tidak hanya didukung oleh penguatan fundamental keuangan, tetapi juga oleh keberhasilan transformasi operasional, pengelolaan risiko yang terintegrasi, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia yang menjadi fondasi keberlanjutan bisnis IPCC,” ujar Direktur Keuangan IPCC, Wing Megantoro.

Wing menegaskan bahwa perseroan akan terus menjaga disiplin keuangan, memperkuat tata kelola risiko, serta mengakselerasi berbagai inisiatif transformasi yang mendukung efisiensi operasional dan penciptaan nilai jangka panjang.

“Kami meyakini bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan harus dibangun melalui keseimbangan antara kinerja finansial, keunggulan operasional, dan tata kelola yang baik. Dengan fondasi tersebut, IPCC optimistis dapat terus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.

Sementara itu, harga saham IPCC bergerak menguat ke level Rp1.205 per saham. Angka tersebut mencerminkan dividend yield sebesar 7,19 persen untuk dividen final dan 9,36 persen untuk keseluruhan dividen.

Manajemen IPCC juga telah mengumumkan jadwal penyaluran dividen. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 19 Juni 2026, sedangkan ex dividen di pasar yang sama berlaku pada 22 Juni 2026. Cum dividen di pasar tunai ditetapkan pada 23 Juni 2026, dan ex dividen di pasar tunai pada 24 Juni 2026. Pembayaran dividen akan dilakukan pada 10 Juli 2026.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar