Baznas DKI Ingatkan Proses Hapus Tato Lebih Sulit Dibanding Pasang

- Rabu, 25 Februari 2026 | 06:15 WIB
Baznas DKI Ingatkan Proses Hapus Tato Lebih Sulit Dibanding Pasang

Selasa kemarin (24/2) di Jakarta, beragam peristiwa terjadi. Dari peringatan soal tato hingga keributan seputar lapangan padel, ibukota memang tak pernah sepi dari cerita.

Nah, ini beberapa berita yang masih menarik untuk disimak ulang.

Hapus Tato Lebih Susah Ketimbang Pasang, Kata Baznas DKI

Badan Amil Zakat Nasional DKI punya peringatan keras buat anak muda yang kepikiran mau nato. Menurut mereka, proses menghapus tato jauh lebih rumit dan sulit dibandingkan saat memasangnya. Makanya, lebih baik dipikir panjang dulu.

Prof. Bunyamin, Wakil Ketua Baznas DKI, secara khusus mengimbau generasi muda. Jangan mudah tergoda, katanya. Soalnya, penyesalan selalu datang belakangan.

Larangan Pramono Soal Lapangan Padel di Perumahan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, keluarkan larangan. Lapangan padel tak boleh lagi dibangun di tengah kawasan permukiman warga. Alasannya sederhana: biar aktivitas warga sehari-hari nggak terusik.

Tapi aturan ini punya catatan. Larangan ini hanya berlaku untuk pembangunan lapangan baru. Yang sudah ada, tampaknya masih bisa bernafas lega.

Warga Kebayoran Lama Laporkan Pembangunan Padel ke Polisi

Di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, larangan gubernur seperti menemukan konteks nyatanya. Warga Jalan Kalimaya, Permata Hijau, gerah dengan pembangunan sebuah lapangan padel yang dianggap mengganggu ketenangan lingkungan.

Mereka pun mengambil langkah hukum.

"Pelapor datang ke SPKT POLDA METRO JAYA untuk membuat laporan polisi (LP) guna penyelidikan dan penyidikan," jelas kuasa hukum warga, Asep Ubaidilah, pada Selasa.

Dugaan Penyebab Kecelakaan Transjakarta di Gunung Sahari

Sementara di simpang Gunung Sahari, sebuah kecelakaan melibatkan bus Transjakarta dan sepeda motor terjadi Selasa pagi. Transjakarta menyoroti perilaku pengendara motor.

Menurut pihak perusahaan, bus saat itu melaju dengan lampu hijau. Tiba-tiba, kontak dengan motor terjadi.

“Pada saat kejadian, bus melaju sesuai lampu hijau, namun terjadi kontak dengan pengendara motor yang diduga tiba-tiba berbelok di area yellow box,” papar Ayu Wardhani, Kepala Humas dan CSR Transjakarta.

Revitalisasi Anjungan Jakarta di TMII Dapat Dana Rp50 Miliar

Berita terakhir datang dari TMII. Pemprov DKI Jakarta ternyata menyiapkan dana tak sedikit, Rp50 miliar, untuk menghidupkan kembali Anjungan Jakarta di sana.

Menariknya, Gubernur Pramono menyebut dana segitu bukan dari APBD. Sumbernya dari dana Kompensasi Lantai Bangunan (KLB). Jadi, anggaran daerah tak terbebani untuk proyek revitalisasi ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar