Suasana di Stadion Gelora Kie Raha, Selasa malam itu, berakhir dengan getir. Malut United harus menelan pil pahit kekalahan dramatis 2-3 dari Persija Jakarta pada laga pekan ke-23 Super League 2025/2026. Di depan pendukungnya sendiri, Laskar Kie Raha tumbang setelah pertarungan sengit yang berlangsung hingga detik-detik akhir. Usai laga, pelatih Hendri Susilo dengan jujur mengakui lawannya lebih efektif. Tak banyak alasan yang dia kemukakan.
Persija langsung menunjukkan taringnya sejak awal. Tekanan mereka berbuah manis di menit ke-8 lewat sundulan Alaeddine Ajaraie. Tuan rumah tampak limbung. Dan sebelum babak pertama berakhir, Jordi Amat menggandakan keunggulan Macan Kemayoran di menit ke-29. Skor 2-0 untuk tamu bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, ada perubahan taktik dari Malut United. Mereka mencoba bangkit. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil saat Ciro Alves membobol gawang Persija di menit ke-77. Stadion pun bergemuruh, harapan penyamaan skor mulai terlihat.
Namun begitu, harapan itu pupus dengan cepat. Hanya berselang dua menit, tepatnya menit ke-79, Fabio Calonego kembali memperlebar jarak untuk Persija. Gol itu seperti tamparan keras yang membuat suasana hening sejenak.
Malut United belum habis. Mereka membalas hanya dua menit kemudian. David Da Silva mencetak gol pada menit ke-81, mengubah skor menjadi 2-3. Sayangnya, waktu yang tersisa tak cukup untuk mengejar ketertinggalan. Laga berakhir dengan keunggulan tipis Persija, meski dua gol Malut di babak kedua menunjukkan mental bertarung yang layak diacungi jempol.
Usai pertandingan, Hendri Susilo blak-blakan.
“Seperti yang sudah kita lihat semuanya, memang kita juga harus adil bahwa Persija bermain cukup bagus terutama dari sisi transisinya,” ujar Hendri dalam konferensi pers.
Di sisi lain, dia tetap memberi apresiasi tinggi pada anak asuhnya. Perjuangan timnya, menurutnya, patut dapat pujian.
“Kami sudah berusaha melawan dan berjuang hingga akhir. Saya pikir, apa yang dilakukan para pemain sangat luar biasa sehingga bisa mencetak dua gol di babak II,” katanya.
“Pada babak kedua, ada perubahan taktikal dan saya pikir cukup berhasil. Tentu kami kecewa dengan hasil ini. Akan tetapi, seperti inilah sepak bola, kadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan,” tambahnya, mencoba mengambil hikmah dari kekalahan ini.
Kekalahan di kandang sendiri tentu pukulan. Sekarang, fokus harus segera beralih. Malut United akan menjalani laga tandang berat pekan depan. Mereka dijadwalkan menghadapi Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Selasa (3/3/2026) mendatang. Itu adalah ujian berikutnya untuk segera bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.
Artikel Terkait
Alwi Farhan Kalahkan Toma Junior Popov, Tantang Shi Yuqi di 16 Besar Singapore Open 2026
Fabio Lefundes Dikabarkan Tinggalkan Borneo FC, Malut United dan Pelatih Portugal Jadi Pengganti
Persib Bandung Bidik Eks PSV Eindhoven Bart Ramselaar, Ancam Geser Status Thom Haye sebagai Pemain Termahal
Bozidar Bandovic Kandidat Terkuat Pengganti Mauricio Souza di Persija Jakarta