Keluarga Bantah Anggi Punya Hubungan Asmara dengan Pembunuh, Pacar dari Makassar Sudah Siap Lamar

- Selasa, 26 Mei 2026 | 21:15 WIB
Keluarga Bantah Anggi Punya Hubungan Asmara dengan Pembunuh, Pacar dari Makassar Sudah Siap Lamar

Seorang perempuan muda, Anggi Aulia Arsyad (25), ditemukan tewas setelah dibunuh oleh teman masa sekolahnya, M Febryan (26). Peristiwa nahas ini terjadi hanya sebulan sebelum Anggi dijadwalkan menerima lamaran dari kekasihnya pada bulan Juni. Rencana pernikahan yang telah disusun matang itu kandas seketika akibat perbuatan keji yang dilakukan oleh kawan lamanya sendiri.

Kakak korban, Humaira (35), membantah keras rumor yang beredar di masyarakat yang menduga bahwa adiknya memiliki hubungan asmara dengan tersangka. Humaira menegaskan bahwa hubungan antara Anggi dan Febryan murni pertemanan biasa tanpa ikatan khusus. Ia menyampaikan hal tersebut di hadapan awak media di Polresta Bogor Kota pada Senin (25/5/2026).

“Adik aku berpendidikan, adik aku punya pacar, adik aku udah mau nikah,” ujar Humaira dengan suara bergetar menahan tangis.

Lebih lanjut, Humaira mengungkapkan bahwa calon suami adiknya sempat terbang dari Makassar, Sulawesi Selatan, begitu mendengar kabar duka tersebut. Kehadiran pria itu, menurut Humaira, menjadi bukti nyata bahwa Anggi telah memiliki pasangan sah yang serius menjalin hubungan dengannya. Ia berharap tidak ada lagi pihak yang salah memahami atau membuat spekulasi liar mengenai hubungan adiknya dengan tersangka.

“Adik aku berpendidikan, dia punya pacar. Bahkan pacarnya dari Makassar kemarin datang. Cowoknya ada, pacarnya ada, calon suaminya ada dan bahkan pelamaran bulan depan,” kata Humaira dengan mata sembab akibat tangis yang tak terbendung.

Sementara itu, berdasarkan keterangan kepolisian, Anggi tewas setelah dibunuh oleh Febryan. Pelaku kemudian membuang jasad korban dari jalan layang Tol BORR. Jenazah Anggi ditemukan di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 01.15 WIB. Hingga kini, polisi masih terus mendalami motif di balik pembunuhan sadis tersebut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar