Ledakan mengguncang sebuah rumah di Perumahan Grand Polonia, Medan, Senin (20/7) sore. Diduga kuat ledakan itu dipicu kebocoran pipa gas bumi milik Perusahaan Gas Negara (PGN) yang digunakan warga.
General Manager Regional I PGN, Andi Sangga, membenarkan bahwa pihaknya menyuplai gas tanam ke perumahan tersebut. Ia menegaskan gas bumi sebenarnya aman digunakan. "Karena kalau namanya terlepas di udara, dia langsung menguap," ujarnya di lokasi kejadian, Selasa (21/7).
Namun, Andi belum bisa memastikan penyebab pasti ledakan. Ia menunggu hasil investigasi kepolisian. "Untuk kenapa terjadinya seperti ini, nanti kita tunggu hasil dari investigasi bersama. Soalnya kami juga nanti akan mendukung apa-apa yang dilakukan oleh kepolisian dan Labfor," katanya.
Pipa gas bumi di perumahan itu telah terpasang sejak 2003. Andi memastikan PGN secara berkala melakukan pengecekan dan perawatan jaringan. Pengecekan meter gas dilakukan rutin sehingga indikasi kebocoran dapat segera dilaporkan. Setelah ledakan, PGN langsung menutup jaringan gas untuk menjaga keamanan lingkungan.
Polrestabes Medan menduga ledakan berasal dari kebocoran pipa gas bawah tanah. "Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, di lokasi, Senin (20/7). Dugaan itu diperkuat oleh alat pendeteksi gas yang menunjukkan adanya kebocoran. "Tadi kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, memang terdeteksi di situ," ujar Calvijn. Ia menambahkan, beberapa rumah di sekitar terdampak pecahan kaca akibat ledakan.
Artikel Terkait
Jargas di Sleman Tak Hanya untuk Rumah Tangga, tapi juga Usaha
Truk Tangki Tabrak Dua Motor di Medan, Satu Tewas
Imigrasi Belawan Hadirkan Paspor Ceria di CFD, Permudah Warga Urus Paspor Akhir Pekan
Bareskrim Tangkap Kurir Ekstasi Jaringan Malaysia-Medan, 9.162 Butir Disita