Target ambisius digaungkan pemerintah: 24 juta sambungan pipa air bersih baru harus terpasang di rumah-rumah warga sebelum tahun 2029 berakhir. Ini upaya memenuhi hak dasar masyarakat, kata mereka, yang hingga kini masih jauh dari kata merata.
Dalam sebuah pertemuan Water Townhall di Jakarta, Selasa lalu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membeberkan data yang cukup mencengangkan. Ternyata, akses air bersih lewat jaringan pipa cuma dinikmati oleh sekitar 20 persen penduduk, atau setara 56 juta orang. Angka itu jelas sangat kecil.
"Sampai dengan 2029, kami mau naikkan ke 24 juta house connections, atau 40 persen urban coverage," tegas AHY.
Kalau target itu tercapai, sekitar 93 juta orang Indonesia bakal merasakan aliran air bersih langsung ke rumah. Lalu, visi jangka panjangnya lebih besar lagi. Menurut AHY, target tahun 2045 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) adalah 56 juta sambungan rumah. Impiannya, 211 juta orang bisa terlayani di era Indonesia Emas nanti.
Namun begitu, jalan menuju ke sana tidak mulus. AHY menyoroti sebuah "ilusi" yang selama ini beredar. Banyak yang mengira Indonesia, sebagai negara maritim dengan perairan luas, punya surplus air bersih. Faktanya? Tidak semudah itu.
Artikel Terkait
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Diharapkan Reduksi Kemacetan
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT Kasus Pemerasan
Polisi Lampung Gerebek Tiga Gudang Solar Ilegal, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp160 Miliar
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Tersangka Pemerasan Rp2,7 Miliar ke OPD