Pemerintah Targetkan 24 Juta Sambungan Pipa Air Bersih Baru pada 2029

- Rabu, 25 Februari 2026 | 04:15 WIB
Pemerintah Targetkan 24 Juta Sambungan Pipa Air Bersih Baru pada 2029

Target ambisius digaungkan pemerintah: 24 juta sambungan pipa air bersih baru harus terpasang di rumah-rumah warga sebelum tahun 2029 berakhir. Ini upaya memenuhi hak dasar masyarakat, kata mereka, yang hingga kini masih jauh dari kata merata.

Dalam sebuah pertemuan Water Townhall di Jakarta, Selasa lalu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membeberkan data yang cukup mencengangkan. Ternyata, akses air bersih lewat jaringan pipa cuma dinikmati oleh sekitar 20 persen penduduk, atau setara 56 juta orang. Angka itu jelas sangat kecil.

"Sampai dengan 2029, kami mau naikkan ke 24 juta house connections, atau 40 persen urban coverage," tegas AHY.

Kalau target itu tercapai, sekitar 93 juta orang Indonesia bakal merasakan aliran air bersih langsung ke rumah. Lalu, visi jangka panjangnya lebih besar lagi. Menurut AHY, target tahun 2045 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) adalah 56 juta sambungan rumah. Impiannya, 211 juta orang bisa terlayani di era Indonesia Emas nanti.

Namun begitu, jalan menuju ke sana tidak mulus. AHY menyoroti sebuah "ilusi" yang selama ini beredar. Banyak yang mengira Indonesia, sebagai negara maritim dengan perairan luas, punya surplus air bersih. Faktanya? Tidak semudah itu.

Persoalan utamanya adalah ketimpangan yang parah. Coba lihat Pulau Jawa. Kepadatannya tinggi, kebutuhan industri besar, tapi justru krisis air mengancam. Di sisi lain, daerah lain mungkin punya sumber air yang lebih melimpah. "Jadi tidak merata. Ini masalahnya ketimpangan, masalah dengan demografi kita," ucap dia.

Dia menitikberatkan bahwa ketersediaan air bersih bukan cuma urusan kenyamanan, tapi sudah menyentuh urusan vital kehidupan dan ketahanan nasional. Karena itu, upaya konservasi air ke depan dinilai tak kalah pentingnya. Mulai dari mendukung irigasi untuk swasembada pangan, hingga memastikan setiap keluarga bisa dapat jatah yang layak.

Rincian kebutuhan air pun dijelaskannya. Untuk rumah tangga menyerap sekitar 9 persen, industri 6 persen, kebutuhan komersial 3 persen, dan sektor lain 8 persen. Meski persentase rumah tangga terbesar, AHY mengingatkan bahwa semua sektor ini tetap bergantung pada sumber yang sama: air bersih yang tersedia.

"Jadi kami fokus di sini (rumah tangga), karena ini kebutuhan yang paling besar, tapi ingat ini semua membutuhkan ketersediaan air bersih juga," pungkasnya.

Target 24 juta sambungan pipa dalam lima tahun ke depan jelas pekerjaan besar. Tantangan demografi dan geografi menunggu. Tinggal tunggu, apakah janji ini akan mengalir lancar, atau justru mandek di tengah jalan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar