Letusan Gunung Dukono Tewaskan Tiga Orang, Kolom Abu Capai 10 Kilometer

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 07:35 WIB
Letusan Gunung Dukono Tewaskan Tiga Orang, Kolom Abu Capai 10 Kilometer

Letusan Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat pagi, menewaskan tiga orang, terdiri dari dua warga negara asing dan satu warga negara Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada pukul 07.41 WIT, dengan kolom abu vulkanik yang mencapai ketinggian luar biasa, sekitar 10.000 meter di atas puncak atau setara 11.087 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi masih berlangsung hingga laporan dibuat. Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah utara. Tingginya kolom letusan menunjukkan kekuatan erupsi yang signifikan, mengingat ambang batas normal letusan gunung api biasanya berada di kisaran ratusan hingga ribuan meter.

“Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10.000 m di atas puncak,” tulis PVMBG dalam keterangan resminya.

PVMBG juga menegaskan bahwa saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung. “Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Sementara itu, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas, pendakian, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer dari puncak. Imbauan ini dikeluarkan mengingat potensi bahaya lanjutan, seperti lontaran material pijar, awan panas, dan hujan abu lebat.

Di sisi lain, warga yang bermukim di sekitar Gunung Dukono diminta untuk selalu menyediakan masker dan pelindung mulut guna mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik. Abu vulkanik yang terhirup dalam jumlah banyak dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan akut, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar