Lebih dari 1,7 Juta Kendaraan Sudah Kembali ke Jabotabek, Puncak Arus Balik Diprediksi Pekan Ini

- Rabu, 25 Maret 2026 | 01:15 WIB
Lebih dari 1,7 Juta Kendaraan Sudah Kembali ke Jabotabek, Puncak Arus Balik Diprediksi Pekan Ini

Jakarta - Arus balik pasca Lebaran mulai terasa. Menurut laporan terbaru dari Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, sudah lebih dari 1,7 juta kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek. Angka ini tercatat dalam periode 11 hingga 23 Maret 2026, atau dari H-10 hingga H 2 Idulfitri.

Data itu dihimpun dari empat gerbang tol utama: Cikampek Utama (arah Trans Jawa), Kalihurip Utama (arah Bandung), Cikupa (arah Merak), dan Ciawi (arah Puncak). Kalau dibandingin dengan total proyeksi arus balik hingga akhir Maret nanti, angka ini sudah mencapai lebih dari 50 persen.

Dari mana saja asal kendaraan yang memadati jalan? Ternyata, arus dari timur gabungan Trans Jawa dan Bandung mendominasi dengan 696.748 kendaraan. Posisi kedua dari barat (Merak) sebanyak 568 ribu kendaraan, disusul dari selatan (Puncak) sekitar 437 ribu.

Namun begitu, kalau dilihat dari pergerakan harian, volumenya justru masih di bawah angka normal. Misalnya, di GT Cikampek Utama, lalu lintas turun 15,2 persen. Sementara dari Bandung lewat Kalihurip, penurunannya sekitar 7,1 persen. Secara keseluruhan, arus dari timur ini 10,9 persen lebih rendah dari kondisi biasa.

Hal serupa terlihat di gerbang lainnya. Arus dari barat via GT Cikupa turun 4,9 persen, dan dari selatan lewat GT Ciawi berkurang 5,6 persen.

Tapi jangan salah, trennya sudah berubah. Rivan menyebut peningkatan signifikan mulai terlihat sejak H 2 Lebaran, yaitu Senin, 23 Maret.

"Arus lalu lintas kendaraan diperkirakan terus meningkat, terutama pada periode puncak arus balik tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026," ujar Rivan.

Pada hari itu saja, kendaraan yang masuk Jabotabek mencapai 225.293 naik drastis 73,7 persen dibanding hari biasa. Lonjakan paling tajam terjadi di GT Cikampek Utama, yang volumenya melonjak hampir 200 persen!

Menghadapi gelombang ini, Jasa Marga pun menyiagakan sejumlah langkah. Mulai dari mengoptimalkan operasional gardu tol, menyiapkan armada darurat, hingga koordinasi ketat dengan kepolisian untuk pengaturan lalu lintas situasional. Mereka juga memastikan jalur fungsional siap dan petugas siaga 24 jam.

"Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk dapat mempersiapkan perjalanan dengan matang," jelas Rivan. Ia menekankan pentingnya kondisi kendaraan dan pengemudi yang prima, serta kepatuhan pada aturan dan arahan petugas. Untuk informasi real-time, masyarakat bisa mengandalkan aplikasi Travoy atau menghubungi Call Center Jasa Marga di 133.

Ada juga saran buat yang bisa mengatur waktu. Coba pertimbangkan untuk kembali pada periode 25-27 Maret, saat kebijakan Work From Anywhere (WFA) berlaku. Selain lalu lintas mungkin lebih lengang, ada insentif menarik: diskon tarif tol 30 persen di sembilan ruas tol Jasa Marga Group pada 26-27 Maret untuk perjalanan menerus.

Kebijakan diskon ini diharapkan bisa bantu meratakan distribusi kendaraan dan mengurangi kemacetan parah di titik-titik rawan.

"Melalui perencanaan perjalanan yang matang oleh pengguna jalan dan penguatan kolaborasi bersama pemangku kepentingan terkait, diharapkan perjalanan periode arus balik ini berlangsung aman, nyaman, lancar, dan berkeselamatan," tutup Rivan.

Jadi, buat yang masih di kampung halaman, persiapan matang dan timing yang tepat adalah kunci agar perjalanan pulang tak jadi berandai-andai di jalan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar