IHSG Menguat Tipis, Saham MORA dan ASPR Melonjak Lebih dari 50 Persen Jadi Top Gainer Pekan Ini

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:30 WIB
IHSG Menguat Tipis, Saham MORA dan ASPR Melonjak Lebih dari 50 Persen Jadi Top Gainer Pekan Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,18 persen ke level 6.969,396 pada pekan perdagangan 4 hingga 8 Mei 2026. Di tengah pergerakan yang relatif terbatas tersebut, sejumlah saham justru mencatatkan lonjakan harga yang signifikan, menempatkannya sebagai pemimpin kenaikan atau top gainer di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menjadi yang paling menonjol dengan penguatan mencapai 58,24 persen. Harga saham emiten ini melesat dari posisi 4.710 pada pekan sebelumnya menjadi 7.500 pada penutupan pekan ini. Di posisi kedua, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) mencatat kenaikan 57,24 persen, dari 290 menjadi 456 per lembar saham.

Lonjakan juga terjadi pada saham PT Hetzer Medical Indonesia (MEDS) yang menguat 51,95 persen, dari harga 77 menjadi 117. Sementara itu, PT Equity Development Investment (GMSF) naik 41 persen dari level 100 ke 141, dan PT Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) tercatat menguat 39,15 persen dari 2.580 menjadi 3.590.

Beberapa emiten lain yang turut masuk dalam daftar top gainer antara lain NIKL yang menguat 32,23 persen ke level 400, CTTH naik 32,89 persen ke posisi 202, KAEF melesat 32,85 persen ke level 653, dan IRRA yang tercatat menguat 32,12 persen menjadi 510.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan secara keseluruhan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Rata-rata nilai transaksi harian selama pekan ini naik 26,14 persen menjadi Rp23,05 triliun, dibandingkan pekan sebelumnya yang sebesar Rp18,27 triliun. Rata-rata volume transaksi harian juga ikut terdongkrak 23,57 persen menjadi 45,85 miliar saham.

Secara kumulatif, total volume perdagangan saham selama sepekan mencapai 229,29 miliar saham dengan nilai transaksi Rp115,27 triliun dan frekuensi sebanyak 12,73 juta kali transaksi. Dari sisi pergerakan harga, BEI mencatat sebanyak 197 saham berhasil naik lebih dari 2 persen, sementara 112 saham menguat di kisaran 0 hingga 2 persen. Namun, tekanan jual masih mendominasi dengan 341 saham terkoreksi lebih dari 2 persen dan 141 saham melemah di rentang 0 hingga 2 persen.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar