Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) tercatat stagnan pada perdagangan hari ini, Sabtu, 9 Mei 2026, setelah sebelumnya bergerak fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir. Logam mulia dengan ukuran satu gram masih dipatok pada angka Rp2.839.000, tidak berubah dibandingkan posisi sehari sebelumnya. Kondisi ini sekaligus mengonfirmasi bahwa tekanan jual maupun beli di pasar tengah berada dalam keseimbangan sementara.
Berdasarkan pantauan pada laman resmi Logam Mulia Antam, harga jual kembali atau buyback juga belum mengalami pergerakan. Saat ini, nilai buyback tercatat sebesar Rp2.644.000 per gram. Selisih antara harga jual dan buyback yang mencapai sekitar Rp195.000 per gram masih menjadi catatan bagi para investor yang kerap menggunakan emas sebagai instrumen lindung nilai.
Stabilitas harga ini tetap menjadi perhatian, baik bagi investor institusional maupun masyarakat umum yang secara rutin membeli logam mulia sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang. Meski tidak menunjukkan perubahan, harga emas Antam saat ini masih berada di level tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata harga dalam beberapa bulan sebelumnya.
Untuk pecahan lainnya, Antam menawarkan variasi ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga emas 0,5 gram dibanderol Rp1.469.500, sementara emas 2 gram dijual Rp5.618.000. Untuk ukuran 5 gram, harganya mencapai Rp13.970.000, dan emas 10 gram dipatok Rp27.885.000. Pecahan yang lebih besar, seperti 25 gram, dihargai Rp69.587.000, sedangkan emas 50 gram mencapai Rp139.095.000. Adapun emas 100 gram tercatat Rp278.112.000, dan ukuran 250 gram senilai Rp695.015.000. Untuk emas 500 gram, harganya Rp1.390.820.000, dan ukuran 1.000 gram dibanderol Rp2.779.600.000.
Para pelaku pasar masih menunggu perkembangan lebih lanjut, terutama dari pergerakan harga emas global dan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat yang kerap menjadi katalis utama fluktuasi logam mulia. Sementara itu, permintaan domestik menjelang akhir pekan cenderung stabil, tanpa lonjakan signifikan yang mampu mendorong perubahan harga.
Artikel Terkait
PLN Resmikan SPKLU Center Pertama di Banten dengan Teknologi Ultra Fast Charging di PIK 2
Kerusuhan Pecah di Stadion Lukas Enembe Usai Persipura Kalah, Suporter Rusak Fasilitas dan Bakar Kendaraan
Jet Tempur AS Lumpuhkan Dua Kapal Tanker Iran yang Coba Terobos Blokade di Selat Hormuz
Prabowo Kunjungi Pulau Miangas, Janji Perbaiki Puskesmas yang Tak Pernah Direnovasi Sejak Era Soeharto