Trump Tunggu Respons Iran soal Proposal Damai, Negosiasi Lanjutan Dijadwalkan Pekan Depan

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:20 WIB
Trump Tunggu Respons Iran soal Proposal Damai, Negosiasi Lanjutan Dijadwalkan Pekan Depan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pihaknya menanti respons Iran terhadap proposal perdamaian yang telah diajukan, dengan harapan jawaban tersebut dapat diterima pada hari ini. “Kita akan mendengar kabar dari mereka malam ini,” ujar Trump dalam sebuah wawancara yang dikutip dari laporan media internasional, Sabtu (9/5/2026).

Ketika ditanya oleh pewawancara mengenai kemungkinan Iran sengaja memperlambat proses negosiasi, Trump enggan memberikan spekulasi. “Saya tidak tahu. Kita akan segera mengetahuinya,” katanya singkat.

Pernyataan Trump itu muncul tidak lama setelah Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengungkapkan bahwa Washington telah mengantisipasi tanggapan dari Teheran pada hari yang sama, khususnya terkait kerangka kerja untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan. Rubio menyebut bahwa proposal tersebut menjadi dasar bagi langkah diplomasi selanjutnya.

Sementara itu, sejumlah sumber media melaporkan bahwa pejabat dari kedua negara kemungkinan akan menggelar putaran pembicaraan lanjutan paling cepat pekan depan, yang direncanakan berlangsung di Pakistan. Langkah ini diambil setelah pembicaraan perdana sebelumnya gagal mencapai kesepakatan pada bulan lalu.

Para mediator yang terlibat dalam proses ini saat ini sedang menyusun nota kesepahaman yang hanya terdiri dari satu halaman. Dokumen tersebut dirancang untuk menguraikan kerangka kerja negosiasi secara garis besar, mencakup sejumlah isu strategis yang menjadi pokok sengketa.

Menurut laporan media yang sama, draf proposal tersebut memuat tiga agenda utama: program nuklir Iran, upaya de-eskalasi ketegangan di Selat Hormuz, serta kemungkinan relokasi persediaan uranium yang telah diperkaya dalam kadar tinggi milik Iran ke negara ketiga. Namun, sejumlah isu kunci masih belum terselesaikan, terutama yang menyangkut besaran pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan terhadap Teheran.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar