Menteri Agama Undang Paus Leo XIV ke Jakarta Usai Dampingi Pemimpin Vatikan di Acara Vatikan

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:10 WIB
Menteri Agama Undang Paus Leo XIV ke Jakarta Usai Dampingi Pemimpin Vatikan di Acara Vatikan

Menteri Agama Nasaruddin Umar menceritakan pengalamannya saat bertemu dan mendampingi Paus Leo XIV di Vatikan, sebuah momen langka yang ia syukuri sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan undangan langsung kepada pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia tersebut untuk berkunjung ke Indonesia.

Pengalaman itu dibagikan Nasaruddin saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-219 Keuskupan Agung Jakarta di Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (9/5/2026). Ia menuturkan bahwa dirinya mendapat kesempatan khusus mendampingi Paus Leo XIV berjalan dari rumah peristirahatan menuju lokasi acara di Vatikan.

“Satu-satunya orang yang diminta mendampingi Paus Leo XIV dari rumah peristirahatan itu ke panggung seperti ini, 300 meter cuma berdua di antara mungkin ratusan ribu orang,” ujar Nasaruddin.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan dirinya dipilih untuk mendampingi Paus Leo XIV. Meski demikian, ia merasa bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.

“Saya nggak tahu kenapa Imam Besar Masjid Istiqlal diundang untuk itu, mendampingi beliau. Jadi saya sangat bersyukur,” katanya.

Dalam perjalanan tersebut, Nasaruddin langsung menyampaikan undangan agar Paus Leo XIV bersedia datang ke Indonesia, khususnya Jakarta. Ia menjelaskan bahwa pendahulunya, Paus Fransiskus, sebelumnya telah mengunjungi Masjid Istiqlal dan melihat langsung Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan masjid tersebut dengan Gereja Katedral Jakarta.

“Saya juga mohon Yang Mulia supaya segera mengunjungi Indonesia,” tuturnya.

Namun, Nasaruddin mengaku terkejut ketika Paus Leo XIV mengatakan bahwa dirinya ternyata pernah mengunjungi Indonesia sebelumnya. “I have been there, saya pernah ke Indonesia. Saya bingung, rasanya nggak pernah dengar Paus Leo pernah ke Indonesia. Tapi waktu itu katanya di Papua,” ujar Nasaruddin.

Meski demikian, ia tetap berharap Paus Leo XIV dapat kembali datang ke Indonesia dan menyempatkan diri berkunjung ke Jakarta. “Nah itu Papua, pokoknya kita harus ke Jakarta. Tidak sah kalau tidak ke Jakarta,” ucapnya sambil berseloroh.

Menurut Nasaruddin, undangan tersebut mendapat respons positif dari Paus Leo XIV. Ia mengatakan bahwa Paus menyebut kemungkinan kunjungan itu akan disesuaikan dengan waktu yang tersedia. “Nanti bikin acara yang bagus, kita lihat waktunya,” ucap Nasaruddin menirukan jawaban Paus Leo XIV.

Ia berharap, jika kunjungan itu terwujud, hal tersebut dapat semakin memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar