Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghormatan tertinggi dengan menaikkan pangkat Aiptu Apendra menjadi Ipda, secara anumerta. Personel Polda Riau ini gugur saat menjalankan Operasi Ketupat Lancang Kuning. Kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi itu adalah bentuk pengakuan atas pengabdiannya.
Surat keputusannya sendiri sudah keluar. Kapolres Kampar, AKBP Boby Ramadan Putra Sebayang, menjelaskan bahwa SK Kapolri tertanggal 23 Maret 2026 itu tak hanya menaikkan pangkat almarhum. Dokumen itu juga menetapkannya sebagai anggota yang gugur dalam tugas dan menganugerahkan Satyalancana Karya Bhakti Lencana Baik.
Menurut Boby, Ipda (Anumerta) Apendra adalah sosok Bhayangkara yang benar-benar menghayati semangat Bhinneka Tunggal Ika. Dedikasinya dalam bertugas tak perlu diragukan lagi.
"Tiga hari berturut-turut dia menjalankan tugas. Tak sekalipun mengeluh, padahal kelelahan sudah jelas terlihat," ujar Boby dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).
"Itu membuktikan, keselamatan masyarakat jauh lebih dia utamakan daripada kondisi dirinya sendiri."
Di sisi lain, Boby menegaskan bahwa semangat dan dedikasi almarhum patut jadi teladan bagi seluruh personel Polres Kampar. Kegigihannya dinilai sangat layak untuk dihargai.
"Penghargaan dari Kapolri ini sangat pantas untuknya. Kami berjanji akan terus menghidupkan semangatnya dalam setiap kerja kami di sini," imbuhnya.
Bagaimana Kronologis Kejadiannya?
Ipda (Anumerta) Apendra meninggal dunia pada Sabtu (21/3) dini hari. Sebelumnya, dia dilarikan ke rumah sakit usai mengeluh lelah dan sesak napas. Kejadian itu berlangsung setelah dia bertugas mengamankan malam takbiran.
Padatnya jadwal operasi sejak Jumat (20/3) sebenarnya sudah terlihat menguras tenaga. Tapi Apendra tak pernah meminta digantikan. Dia tetap tegak di posnya, memastikan perayaan masyarakat berjalan lancar dan aman.
"Hingga lewat tengah malam, sekitar pukul 01.00 WIB di dekat Kantor Camat Kampar, beliau masih bertugas," jelas Boby.
Namun begitu, kondisi fisiknya akhirnya tak bisa lagi menahan beban. Apendra mengeluh kelelahan yang sangat dan sesak napas. Rekan sejawatnya, Bripka Fitriadi Solihan, segera membawanya ke Puskesmas Kampa menggunakan mobil dinas.
Sayangnya, dalam perjalanan, kondisinya malah memburuk dengan cepat. Apendra tak sadarkan diri.
Tim medis di puskesmas berusaha melakukan CPR, tapi hasilnya tak menggembirakan. Almarhum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Aulia Pekanbaru. Upaya penyelamatan pun berakhir pukul 02.39 WIB, ketika Apendra dinyatakan meninggal dunia.
Artikel Terkait
Tiga Mantan Petinggi Bank Divonis Bebas dalam Kasus Korupsi Kredit Sritex
Pakar Soroti Risiko Rangkul Media Baru: Independensi Terancam, Kepercayaan Publik Bisa Tergerus
KTT ASEAN ke-48 di Filipina Fokus pada Ketahanan Energi, Pangan, dan Keselamatan Warga di Tengah Krisis Global
Pondok Pesantren di Pati Ditutup Permanen Usai Pimpinan Jadi Tersangka Pemerkosaan Santriwati