Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 121, Malaysia Jatuh 14 Peringkat

- Rabu, 25 Maret 2026 | 02:00 WIB
Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 121, Malaysia Jatuh 14 Peringkat

Selasa kemarin, kanal bola kami ramai sekali. Ternyata, ada beberapa artikel yang benar-benar menyedot perhatian pembaca. Isunya beragam, mulai dari kontroversi gelar Piala Afrika yang bisa dicopot, sampai PR berat sebuah klub yang baru promosi.

Nah, kalau mau tahu lebih detail, ini dia rangkuman beberapa berita terpopuler yang bikin penasaran.

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Naik, Malaysia Jatuh Bebas

Kabar bagus buat Timnas Garuda. Dalam pembaruan ranking FIFA teranyar, Indonesia berhasil naik ke posisi 121 dunia. Pencapaian ini tentu jadi angin segar.

Yang menarik, posisi Malaysia justru terpeleset jauh. Rival utama di Asia Tenggara itu terjun bebas 14 peringkat, sekarang nangkring di peringkat 135. Perbedaan yang cukup signifikan, bukan?

Como 1907 dan Mimpi Liga Champions yang Penuh Tantangan

Klub asuhan Cesc Fabregas ini memang sedang bersinar. Como 1907, si pendatang baru di Serie A, nyatanya sanggup bertengger di papan atas. Mereka bahkan punya peluang besar untuk melenggang ke Liga Champions musim depan.

Tapi, di balik peluang emas itu, ada pekerjaan rumah yang nggak kecil. Setidaknya ada dua PR besar yang harus diselesaikan manajemen jika benar-benar ingin bertarung di kasta elit Eropa. Soal apa saja? Itu yang bikin penasaran.

Achraf Hakimi Tolak Gelar, Patuh pada Ibu

Ini cerita yang cukup mengharukan sekaligus penuh integritas. Bintang Maroko, Achraf Hakimi, menolak gelar juara Piala Afrika 2025 yang baru saja dialihkan ke negaranya oleh CAF. Gelar itu sebelumnya dicabut dari Senegal.

Alasannya sederhana tapi dalam: dia patuh pada nasihat ibunya. Hakimi merasa Senegal lebih layak menjadi juara. Langkahnya ini bikin banyak orang merenung tentang sportivitas sejati.

Gelar Lama Maroko Ikut Terancam

Kontroversi Piala Afrika ternyata merembet ke masa lalu. Gegara protes yang digaungkan Senegal, gelar Maroko di edisi 1976 pun ikut digoyang. Federasi Sepak Bola Guinea secara resmi meminta CAF untuk meninjau ulang hasil turnamen hampir 50 tahun silam itu.

Kalau sampai dicopot, ya ampun, ini akan jadi babak baru sejarah sepak bola Afrika yang cukup pelik. Dampaknya bisa luas sekali.

Nah, itu tadi sekelumit topik yang lagi panas-panasnya. Dari ranking yang membaik sampai gelar yang goyah, semuanya bikin kita terus ikutin perkembangannya. Seru, kan?

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags