Dua Jalur di Stasiun Bekasi Timur Kembali Dilintasi Kereta Jarak Jauh Usai Tabrakan Maut

- Rabu, 29 April 2026 | 09:55 WIB
Dua Jalur di Stasiun Bekasi Timur Kembali Dilintasi Kereta Jarak Jauh Usai Tabrakan Maut

Dua jalur di Stasiun Bekasi Timur sudah mulai bisa dilintasi kereta api lagi. Ini terjadi setelah insiden tabrakan antara Argo Bromo dan KRL CommuterLine relasi Jakarta-Cikarang. Tapi, baru kereta api jarak jauh saja yang melintas di jalur 1 stasiun tersebut.

Dari pantauan di lokasi, Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 09.05 WIB, ada dua kereta jarak jauh yang sudah lewat langsung di jalur 1. Salah satunya ya Argo Bromo Anggrek itu sendiri. Meski begitu, mereka tetap berjalan pelan tidak seperti kecepatan normal biasanya.

Di jalur 1 ini juga masih terlihat sisa gerbong KRL yang terlibat tabrakan. Masih ada bekas-bekasnya di sana, mengingatkan semua orang pada kejadian nahas kemarin.

Nah, soal evakuasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bilang prosesnya masih berjalan. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa layanan KRL pada Rabu pagi masih terbatas hanya sampai Stasiun Bekasi.

“Hingga saat ini, proses evakuasi sarana KRL masih terus dilakukan di lokasi,” kata Anne dalam pernyataan yang dikutip dari Antara, Selasa (28/4) malam.

Ia menambahkan, fokus utama sekarang adalah memastikan evakuasi berjalan aman dan terkoordinasi. Tim di lapangan, katanya, bekerja dengan sangat hati-hati.

“Kami memastikan perjalanan hanya akan dijalankan setelah seluruh aspek keselamatan terpenuhi,” ujar Anne.

Untuk Rabu pagi, perjalanan KRL memang masih dibatasi sampai Stasiun Bekasi. Tapi kabar baiknya, layanan lintas Bekasi–Cikarang direncanakan kembali normal pada siang hari. Tergantung perkembangan di lapangan, tentunya.

Peristiwa di Bekasi ini benar-benar menyisakan duka. PT KAI sendiri sudah menyampaikan belasungkawa kepada semua pihak yang terdampak.

“KAI memahami kondisi ini berdampak pada mobilitas pelanggan dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” kata Anne lagi.

Sementara itu, data terbaru hingga pukul 13.26 WIB mencatat angka yang cukup berat: 15 orang meninggal dunia, dan 88 orang lainnya mengalami luka-luka.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar