Pemerintah baru saja membuka pintu lebar-lebar untuk para pekerja yang ingin ambil bagian dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Kabar baiknya, ada 3.000 lowongan kerja yang menanti untuk posisi manajer koperasi tersebut. Ini kesempatan besar buat yang mau berkarier sekaligus membangun desa.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Pembentukan Kopdes Merah Putih, Zulkifli Hasan, rekrutmen ini memang sengaja dibuka untuk menyedot tenaga muda agar mau mengabdi di daerah. "Kami butuh anak-anak muda yang energik," kira-kira begitu semangatnya.
Zulhas, begitu dia biasa disapa, mengungkap angka yang cukup fantastis. Kebutuhannya sebenarnya mencapai 30.000 posisi manajer. Angka itu bukan asal sebut, lho. Posisi manajer dianggap sebagai ujung tombak untuk menggerakkan roda ekonomi desa lewat koperasi ini.
Targetnya pun jelas: merampungkan 30 ribu unit Kopdes Merah Putih di pertengahan tahun ini. Nah, rekrutmen massal ini adalah salah satu cara untuk mencapainya.
Yang perlu diingat, seluruh proses seleksi ini dijamin transparan dan gratis. Zulhas tegas menyatakan hal itu. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati.
"Tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan. Bila ada pihak yang minta imbalan nanti dijanjikan lulus, ah itu berarti nipu, bohong," tegasnya.
Jadi, waspadalah terhadap oknum yang memanfaatkan momen ini untuk penipuan.
Lantas, bagaimana nasib mereka yang lolos nanti? Para kandidat terpilih akan ditempatkan di berbagai Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia. Awalnya, mereka akan dikontrak selama dua tahun di bawah naungan BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara. Setelah masa kontrak itu selesai, barulah mereka dialihkan ke Kopdes Merah Putih di lokasi penempatannya masing-masing.
Bagi yang tertarik, waktunya cukup singkat. Pendaftaran dibuka mulai 15 April dan ditutup pada 24 April 2026. Cukup padat memang, jadi persiapkan diri dari sekarang.
Syarat dan tata cara pendaftarannya sendiri kurang lebih seperti ini:
Artikel Terkait
Buruh Gelar Aksi di Senayan, 1.948 Personel Gabungan Disiagakan
Guru Besar Usul Revisi UU Kepailitan, Utamakan Perdamaian Daripada Likuidasi
Panglima TNI: Satu Prajurit UNIFIL Akan Dipulangkan, Misi Tetap Lanjut hingga Mei 2026
ITB Angkat Bicara Soal Kontroversi Lagu Erika yang Viral, Janji Perkuat Budaya Etika Kampus