Panduan Lengkap Memilih Toyota Alphard Bekas: Perbandingan Empat Generasi dari Harga hingga Spesifikasi Mesin

- Selasa, 02 Juni 2026 | 15:30 WIB
Panduan Lengkap Memilih Toyota Alphard Bekas: Perbandingan Empat Generasi dari Harga hingga Spesifikasi Mesin

Toyota Alphard telah mempertahankan posisinya sebagai MPV mewah dengan rentang pilihan yang luas, dan pasar mobil bekasnya pun dipenuhi oleh berbagai generasi, mulai dari yang pertama hingga keempat. Bagi konsumen yang tertarik, memahami seluk-beluk setiap generasi menjadi langkah awal yang krusial sebelum menentukan pilihan.

Pada generasi pertama, yang dikenal dengan kode sasis AH10, Alphard menawarkan dua opsi mesin. Pertama, mesin 2.400 cc 4 silinder berkode 2AZ-FE yang mampu menghasilkan tenaga 160 hp dan torsi 195 Nm. Kedua, mesin V6 3.000 cc 1MZ-FE yang lebih bertenaga, dengan output 220 hp dan torsi 310 Nm. Tenaga dari kedua mesin ini disalurkan ke roda depan atau sistem all-wheel drive (AWD) melalui transmisi otomatis 4 atau 5 percepatan. Dari segi dimensi, generasi ini memiliki panjang 4.865 mm, lebar 1.830 mm, dan tinggi 1.935 mm, dengan jarak sumbu roda 2.900 mm serta bobot kosong sekitar 1.800 kg.

Memasuki tahun 2008, Toyota meluncurkan generasi kedua atau AH20, yang menjadi tonggak sejarah karena mulai dijual resmi oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) di Indonesia. Dibandingkan pendahulunya, generasi ini tampil lebih bongsor dengan desain eksterior yang lebih elegan dan modern. Gril depan yang lebih lebar berpadu dengan aksen krom dan lekukan bodi yang lebih luwes, sementara lampu utama dan belakang didesain lebih tajam dan pipih. Pada periode ini, Toyota juga memperkenalkan Vellfire, varian dengan desain yang lebih agresif. Dimensi Alphard pun bertambah, dengan panjang 4.915 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.895 mm, serta jarak sumbu roda yang lebih panjang 15 mm. Mesin baru 2GR-FE V6 3.500 cc menjadi andalan, menghasilkan tenaga 280 hp dan torsi 330 Nm, yang disalurkan melalui transmisi otomatis 6-percepatan atau CVT 7-percepatan. Pada 2012, generasi ini mendapatkan penyegaran melalui facelift pada eksterior dan interior.

Generasi ketiga, yang hadir dengan kode sasis AH30 pada 2015, tampil semakin elegan dan mewah. Ciri khasnya adalah gril berukuran besar yang menjorok ke bawah dengan aksen krom, serta desain bumper yang lebih dinamis. Pilihan mesinnya meliputi 2AR-FE 2.500 cc 4 silinder dual VVTi (180 hp, 235 Nm) dan varian hybrid 2.500 cc dengan transmisi CVT, sementara mesin 3.500 cc lama tetap dipertahankan sebagai opsi performa tinggi. Varian yang dijual resmi oleh TAM mencakup 2.5 X, 2.5 G, 3.5 Q, dan 2.5 G Hybrid. Fitur keselamatannya sudah sangat lengkap, termasuk 7 SRS airbags, kamera 360, blind spot monitoring, dan Hill Start Assist. Pada 2018, tampilan direvisi untuk menambah kesan mewah, dan varian 3.500 cc mendapat transmisi baru 8-percepatan otomatis. Facelift berikutnya pada 2021 menambahkan fitur adaptive cruise control (ACC) yang kini bisa aktif sejak kecepatan 0 km/jam.

Sementara itu, generasi keempat atau AH40 mengusung desain yang lebih modern dengan gril black chrome bermotif honeycomb 3D dan lampu utama LED yang selaras. Pilihan mesinnya terdiri dari bensin 2.500 cc 2AR-FE dan hybrid A25A-FXS 2.500 cc. Mesin hybrid ini mampu menghasilkan tenaga hingga 250 PS dengan konsumsi bahan bakar yang sangat irit, mencapai 17,5 km/liter. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai kehadiran generasi keempat di Indonesia, namun prediksi menunjukkan bahwa model ini akan segera masuk pasar dalam negeri mengingat tingginya minat konsumen.

Untuk harga pasar mobil bekas, rentangnya bervariasi tergantung generasi dan tahun produksi. Untuk tahun 2010 hingga 2014, harga berkisar antara Rp130 juta hingga Rp300 juta. Tahun 2015 hingga 2017 dipatok sekitar Rp400 juta hingga Rp500 juta. Sementara itu, untuk tahun 2018 hingga 2020, banderolnya mencapai Rp600 juta hingga Rp900 juta. Adapun untuk tahun 2021 hingga 2024, harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp700 juta hingga Rp1,5 miliar.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar