Ketua MPR RI ke-15 sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, memberikan apresiasi tinggi terhadap peluncuran buku The Art of Simple Leadership yang mengisahkan perjalanan hidup dan gaya kepemimpinan pengusaha Jerry Hermawan Lo. Menurut politikus yang akrab disapa Bamsoet itu, di tengah dinamika dunia usaha yang bergerak semakin cepat, kisah Jerry menjadi cermin bahwa kepemimpinan sejati tidak semata-mata ditopang oleh jabatan atau modal, melainkan oleh karakter, keberanian mengambil keputusan, disiplin, serta kepekaan terhadap sesama manusia.
“Buku ini membawa pesan penting bahwa kepemimpinan sejati lahir dari pengalaman hidup, kerja keras, konsistensi, dan kemampuan memahami manusia. Jerry Hermawan Lo membuktikan kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh gelar akademik, melainkan oleh keberanian mengambil keputusan, kemampuan membangun kepercayaan, dan kemauan belajar tanpa henti,” ujar Bamsoet dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (9/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Bamsoet saat menghadiri acara peluncuran buku di Jakarta pada Jumat malam (8/5). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti perjalanan hidup Jerry yang bermula dari kehidupan sederhana di Medan hingga mampu terlibat dalam berbagai proyek berskala internasional. Bamsoet menilai kisah tersebut merupakan gambaran nyata tentang semangat kewirausahaan Indonesia yang tangguh. Data Kementerian UMKM mencatat jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari 66 juta unit usaha dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional.
Di tengah perlambatan ekonomi global, Bamsoet menekankan bahwa kelompok usaha nasional yang mampu bertahan dan berkembang adalah mereka yang adaptif, dekat dengan sumber daya manusianya, serta berani melakukan inovasi. Dalam konteks itulah, filosofi kepemimpinan yang diangkat dalam buku tersebut dinilai sangat relevan.
“Jerry Hermawan Lo memperlihatkan bahwa keberhasilan bisnis bukan sekadar soal modal besar atau jaringan kuat, melainkan soal keberanian menjaga kepercayaan, membangun loyalitas, dan memperlakukan manusia dengan hormat. Nilai seperti ini sangat penting untuk memperkuat fondasi dunia usaha nasional,” kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia itu juga menyoroti konsep Pancakrida yang diperkenalkan Jerry, meliputi Kesempatan, Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Loyalitas. Menurutnya, pendekatan kepemimpinan itu sederhana namun memiliki kedalaman strategis. Ia mengingatkan bahwa banyak perusahaan modern saat ini menghadapi krisis loyalitas pekerja, tingginya tingkat stres, serta lemahnya komunikasi internal akibat budaya kerja yang terlalu mekanistis.
Berbagai survei menunjukkan, lanjut Bamsoet, bahwa perusahaan dengan budaya kepemimpinan humanis cenderung memiliki produktivitas lebih tinggi dan tingkat retensi pekerja yang lebih baik. Karena itu, pendekatan kepemimpinan yang membumi seperti yang ditampilkan Jerry menjadi contoh penting di tengah perubahan budaya kerja global.
“Kesederhanaan sering dipandang sebagai sesuatu yang biasa, padahal dalam dunia kepemimpinan modern, kesederhanaan justru menjadi kekuatan yang langka. Pemimpin yang mampu berpikir sederhana biasanya lebih cepat mengambil keputusan, lebih mudah dipercaya, dan lebih kuat membangun solidaritas,” urai Bamsoet.
Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran itu menambahkan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak figur pemimpin yang mampu menggabungkan ketegasan bisnis dengan kepedulian sosial. Tantangan ekonomi nasional ke depan dinilai semakin kompleks. Bank Dunia dan IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, serta perang dagang antarnegara.
Dalam situasi seperti itu, sektor swasta nasional memegang peranan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya tahan industri nasional. Bamsoet menegaskan bahwa pemimpin dunia usaha yang memiliki visi kebangsaan akan menjadi aset penting bagi Indonesia.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang mampu bekerja secara konkret, memahami persoalan rakyat, serta membangun semangat produktivitas. Pemimpin yang hebat adalah mereka yang mampu membangun rasa percaya. Kepemimpinan harus menghadirkan rasa aman, rasa dihargai, dan rasa memiliki bagi orang-orang yang dipimpin,” pungkasnya.
Acara peluncuran buku tersebut turut dihadiri oleh Jerry Hermawan Lo, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komisaris Jenderal Polisi Rachmad Wibowo, Suharso Monoarfa, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ganip Warsito, Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Mochamad Iriawan, Raja Sapta Oktohari, serta Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Paulus Tri Agung Kristanto.
Artikel Terkait
Polri Tetapkan Dua Tersangka Kasus Beras Premium Jelita dan Topi Koki Tak Sesuai Standar Mutu
Buku Membangun Tanpa Menggusur Diluncurkan, Kisahkan Perjuangan Warga Kampung Akuarium Melawan Penggusuran di Jakarta
Timnas Indonesia U-17 Menang 1-0 atas China, Pelatih Kurniawan Ingatkan Jaga Semangat Juang
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026, Tertinggi dalam 14 Triwulan Terakhir