Video itu beredar luas, menunjukkan sekelompok wisatawan bersitegang dengan petugas di Simpang Teneng, Cinangka, Serang. Aksi mereka yang terlihat memaksa masuk ke jalur yang sudah ditutup, ramai jadi perbincangan. Menanggapi hal ini, Polda Banten akhirnya angkat bicara.
Menurut penjelasan polisi, kejadian ini berawal dari upaya rekayasa lalu lintas. Saat itu, arus kendaraan di kawasan wisata Anyer-Cinangka memang sedang padat. Nah, di tengah pengaturan itu, sebuah mobil pikap yang membawa rombongan wisatawan justru menolak imbauan petugas. Mereka berusaha menembus jalur yang sudah ditutup.
Kabidhumas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, menegaskan bahwa setiap rekayasa lalu lintas adalah bentuk pelayanan.
Artikel Terkait
Timnas Bulgaria Waspadai Kepulauan Solomon di Laga FIFA Series 2026
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis di Laga Perdana FIFA Series Malam Ini
1.300 Personel Gabungan Amankan Dua Laga FIFA Series di GBK
Panglima TNI Ambil Alih Langsung Jabatan Kepala BAIS di Tengah Kasus Aktivis