Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, dengan tegas membantah segala spekulasi yang menyebut dirinya berniat mundur dari kursi kepelatihan, meskipun timnya terancam gagal melaju ke Liga Champions musim depan. Pernyataan ini disampaikan di tengah tekanan besar menjelang laga krusial melawan Torino dalam Derby della Mole yang akan digelar di Stadio Olimpico Grande Torino.
“Itu (mengundurkan diri) tidak pernah terlintas di pikiran saya,” ujar Spalletti, seperti dikutip dari media Italia, Sabtu (23/5). Pernyataan tersebut sekaligus mematahkan rumor yang berkembang setelah Juventus menelan kekalahan mengejutkan 0-2 dari Fiorentina pada pekan sebelumnya. Hasil buruk itu membuat posisi Si Nyonya Tua di papan atas klasemen tergeser oleh AC Milan dan AS Roma.
Situasi tersebut memicu spekulasi bahwa Spalletti siap meninggalkan klub apabila gagal membawa Juventus lolos ke kompetisi elite Eropa. Namun, ia mengaku heran dengan cepatnya perubahan narasi dari pembicaraan mengenai kontrak baru menjadi isu pengunduran diri. “Awalnya semua orang membicarakan kontrak baru, lalu tiba-tiba berubah menjadi soal pengunduran diri. Semua kemungkinan seolah dilemparkan kepada saya,” kata dia.
Di sisi lain, Spalletti menegaskan bahwa dirinya selalu terbuka terhadap keputusan klub, termasuk jika manajemen menginginkan perubahan. Namun, ia menekankan tidak pernah meminta pertemuan khusus untuk membahas pengunduran diri. “Bila ada yang terlintas setelah hasil seperti itu, saya hanya menempatkan diri saya untuk kepentingan klub apabila mereka ingin membuat perubahan. Tetapi saya tidak pernah meminta berbicara dengan siapa pun,” tegasnya.
Spalletti juga membantah laporan yang menyebut dirinya berselisih dengan CEO Juventus, Damien Comolli, atau mengajukan tuntutan tertentu demi mempertahankan posisinya. Menurut mantan pelatih tim nasional Italia tersebut, masa depannya tidak bergantung pada satu hasil pertandingan ataupun status lolos ke Liga Champions. “Masa depan saya tidak bergantung pada apa pun. Perencanaan berarti memiliki keberanian melihat lebih jauh dari sekadar hasil,” ujar Spalletti.
Ia menambahkan bahwa Juventus tetap memiliki proyek jangka panjang yang tidak berubah hanya karena selisih satu atau dua poin di klasemen. “Kami ingin membangun peluang untuk bersaing memperebutkan sesuatu yang penting, baik kami berada di Liga Champions atau tidak setelah pertandingan ini,” kata dia. Dengan demikian, Spalletti menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan dan melanjutkan pekerjaannya, terlepas dari hasil akhir musim ini.
Artikel Terkait
Bruno Fernandes Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Inggris Musim 2025/2026
Kecelakaan di Tol Pasuruan-Probolinggo, Dua Staf Anggota DPR Meninggal Dunia
Persib Bandung Juara Super League 2025-2026 Usai Kalahkan Borneo FC Lewat Aturan Head to Head
Prabowo Tegaskan Komitmen Perkuat Kedaulatan Pangan dan Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara