TEHERAN Dua helikopter Black Hawk milik militer AS terlihat memasuki wilayah udara Iran, Jumat lalu. Misi mereka: mencari dua pilot jet tempur yang ditembak jatuh. Operasi pencarian ini didukung pula oleh pesawat tanker Hercules C-130 untuk pengisian bahan bakar di udara.
Menurut sejumlah saksi, momen pengisian bahan bakar helikopter itu terekam kamera warga dan kini beredar luas di media internasional. Video tersebut menunjukkan aktivitas militer yang cukup langka di langit Iran.
Namun begitu, upaya penyelamatan itu tampaknya tak membuahkan hasil. Kantor berita Tasnim, mengutip sumber pejabat di Iran, melaporkan bahwa helikopter-helikopter AS itu kembali dengan tangan kosong. Pencarian dinyatakan gagal.
Lantas, pesawat apa sebenarnya yang ditembak jatuh? Ini jadi pertanyaan besar.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebelumnya mengklaim telah menjatuhkan sebuah jet F-35 di Iran bagian tengah. Jika benar, ini adalah insiden kedua dalam 24 jam di mana Iran menembak pesawat tempur AS.
Tapi ada yang janggal. Media Iran menyebut ada dua orang yang dicari, sementara F-35 hanya didesain untuk satu pilot. Fakta ini mengarahkan kecurigaan pada kemungkinan lain: bahwa pesawat yang ditembak adalah F-15E, yang memang diawaki dua orang. Sampai saat ini, militer AS sendiri masih bungkam dan belum memberikan konfirmasi resmi soal model pesawatnya.
Di sisi lain, terlepas dari jenis pesawatnya, ada satu hal yang bisa mengubah permainan. Jika Iran berhasil menemukan dan menangkap pilot AS, itu akan jadi pertama kalinya mereka memegang tawanan perang dari Amerika. Situasinya bakal berubah drastis.
Insiden ini bukan yang pertama pekan ini. Sebelumnya, Iran juga mengklaim menembak jatuh jet tempur AS lain di dekat Pulau Qeshm, Selat Hormuz. Klaim itu langsung dibantah keras oleh Komando Pusat AS (Centcom). Mereka menyatakan pesawat mereka tidak ada yang jatuh di lokasi tersebut.
Jadi, yang kita hadapi sekarang adalah dua klaim yang bertolak belakang, pencarian yang gagal, dan ketegangan yang kian memanas. Langit Timur Tengah sekali lagi jadi ajang pertarungan yang tak hanya melibatkan rudal, tetapi juga narasi dan propaganda.
Artikel Terkait
AS: Perundingan Israel-Lebanon Hampir Capai Kesepakatan, Gencatan Senjata Mulai Terbentuk
Kereta Bandara Kualanamu Jadi Andalan Wisatawan Hindari Macet ke Pusat Kota Medan
Bocor Anggaran Bansos Capai 45 Persen, MPR Soroti Tumpang Tindih Program Pusat-Daerah
JumpStart Raih Pendanaan Baru dari Cool Japan Fund, Ekspansi Vending Machine ke Seri C