Tanggul Jebol di Demak, 4 Kecamatan Terendam dan 1 Warga Hilang

- Sabtu, 04 April 2026 | 00:00 WIB
Tanggul Jebol di Demak, 4 Kecamatan Terendam dan 1 Warga Hilang

Hujan deras mengguyur Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat lalu. Akibatnya, tak tanggung-tanggung, empat kecamatan kebanjiran. Satu orang dilaporkan hilang, sementara ratusan warga lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

Menurut Abdul Muhari dari BNPB, penyebabnya adalah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu. Debit air pun melonjak drastis. Tekanan air yang besar ini akhirnya membuat tanggul di Dukuh Solowere dan Selodoko jebol. Air lalu menerjang, menggenangi permukiman warga tanpa ampun.

Dampaknya luas. Di Kecamatan Guntur, desa yang terendam antara lain Trimulyo, Sidoharjo, Turirejo, dan Sumberejo. Lalu merambah ke Karangtengah, tepatnya di Desa Ploso. Wilayah Wonosalam juga kena, yaitu Desa Lempuyang. Tak ketinggalan Kecamatan Kebonagung, dengan dua desa yang jadi korban: Solowire dan Sarimulyo.

Angkanya cukup mencengangkan. Sekitar 1.070 keluarga atau setara 4.280 jiwa merasakan langsung dampak banjir ini. Dari jumlah itu, 583 orang memilih mengungsi. Bayangkan, 1.230 rumah terendam, dengan empat di antaranya rusak parah.

Abdul menambahkan, kerusakan tidak hanya menimpa rumah warga.

"Fasilitas pendidikan sebanyak 10 unit dan fasilitas ibadah sebanyak 15 unit turut terdampak. Sementara itu, sekitar 194 hektare lahan sawah ikut terendam," katanya.

Sampai berita ini diturunkan, air masih terpantau tinggi. Proses evakuasi, terutama di Desa Trimulyo, masih terus dilakukan. Di titik pengungsian, bantuan dasar seperti makanan dan layanan kesehatan tetap diupayakan agar tersedia bagi para pengungsi.

Namun begitu, situasi belum sepenuhnya aman. BNPB mengingatkan warga untuk tetap siaga. Potensi banjir susulan masih mengintai, mengingat kondisi tanggul yang rapuh dan debit air yang belum stabil.

Kebutuhan mendesak saat ini beragam. Mulai dari logistik, air bersih, sampai obat-obatan. Juga barang-barang penunjang seperti selimut, pakaian, perlengkapan bayi, dan peralatan kebersihan.

"Selain itu, penguatan tanggul di beberapa titik aliran Sungai Tuntang menjadi prioritas untuk mencegah dampak yang lebih luas," jelas Abdul.

Upaya penanganan darurat masih berjalan. Semua berharap korban hilang segera ditemukan dan air segera surut, agar warga bisa kembali ke rumah mereka.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar