Hujan deras mengguyur Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat lalu. Akibatnya, tak tanggung-tanggung, empat kecamatan kebanjiran. Satu orang dilaporkan hilang, sementara ratusan warga lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.
Menurut Abdul Muhari dari BNPB, penyebabnya adalah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu. Debit air pun melonjak drastis. Tekanan air yang besar ini akhirnya membuat tanggul di Dukuh Solowere dan Selodoko jebol. Air lalu menerjang, menggenangi permukiman warga tanpa ampun.
Dampaknya luas. Di Kecamatan Guntur, desa yang terendam antara lain Trimulyo, Sidoharjo, Turirejo, dan Sumberejo. Lalu merambah ke Karangtengah, tepatnya di Desa Ploso. Wilayah Wonosalam juga kena, yaitu Desa Lempuyang. Tak ketinggalan Kecamatan Kebonagung, dengan dua desa yang jadi korban: Solowire dan Sarimulyo.
Angkanya cukup mencengangkan. Sekitar 1.070 keluarga atau setara 4.280 jiwa merasakan langsung dampak banjir ini. Dari jumlah itu, 583 orang memilih mengungsi. Bayangkan, 1.230 rumah terendam, dengan empat di antaranya rusak parah.
Abdul menambahkan, kerusakan tidak hanya menimpa rumah warga.
"Fasilitas pendidikan sebanyak 10 unit dan fasilitas ibadah sebanyak 15 unit turut terdampak. Sementara itu, sekitar 194 hektare lahan sawah ikut terendam," katanya.
Artikel Terkait
Banten Jemput Bola Terbitkan NIB Gratis untuk Stabilkan Harga Minyakita
Operasi Penyelamatan AS Gagal Temukan Pilot Pesawat yang Diklaim Ditembak Iran
Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan Bahan Baku Plastik, Industri Minta Relaksasi Impor
Okupansi KAI Daop 1 Jakarta Capai 50% Selama Libur Panjang Wafat Yesus Kristus