Leclerc Soroti Kekurangan Power Unit Ferrari Usai Podium Ketiga di Jepang

- Jumat, 03 April 2026 | 00:35 WIB
Leclerc Soroti Kekurangan Power Unit Ferrari Usai Podium Ketiga di Jepang

MARANELLO Udara di pabrik Ferrari terasa berbeda belakangan ini. Setelah tiga balapan pembuka musim 2026, target yang semula tampak jelas kini sedikit mengabur. Charles Leclerc, sang pembalap andalan, dengan jujur mengakui satu hal: untuk mengejar Mercedes yang tampil luar biasa, mereka harus berbenah. Dan fokusnya ada pada jantung mobil, power unit.

Ya, persaingan musim ini memang sengit. Ferrari sempat dianggap penantang terdekat, tapi hasil di GP Jepang pekan lalu menunjukkan ancaman lain: kebangkitan McLaren yang tak bisa diremehkan. Podium ketiga Leclerc di Suzuka, di belakang Kimi Antonelli (Mercedes) dan Oscar Piastri (McLaren), adalah pengingat keras bahwa pekerjaan rumah mereka masih menumpuk.

Padahal, balapan di Jepang itu diawali dengan cukup impresif. Start dari posisi empat, Leclerc sukses melibas dua Mercedes sekaligus di lap-lap awal. Sayangnya, nasib kurang beruntung menghampiri. Safety Car keluar tepat setelah ia masuk pit, strategi tim pun buyar.

"Sejujurnya ban kami cukup bagus; beberapa lap awal yang saya lakukan tidak terlalu buruk. Hanya saja kami kehilangan beberapa posisi dan setelah itu balapan menjadi cukup seru. Memang tidak cukup untuk mengejar Oscar, tapi ini balapan yang keren," ujar Leclerc.

Ia menghela napas. "Tentu saya tidak merasa sangat senang karena ini hanya finis ketiga. Tapi mengingat segala sesuatunya, kami cukup tidak beruntung."

Tanpa insiden Safety Car itu, barangkali ceritanya bisa lain. Ia mungkin bisa memberi tekanan lebih ke depan. Tapi balap mobil bukan cuma soal 'jika'. Setelah mendinginkan kepala dan melihat data dari tiga seri awal, Leclerc menemukan pola yang jelas. Menurutnya, keunggulan Mercedes saat ini sangat terasa di dapur pacu.

"Jika melihat kembali tiga balapan pertama, ada hal jelas yang perlu kami tingkatkan, dan itu pastinya adalah power unit," tegasnya tanpa basa-basi.

Namun begitu, ia realistis. Regulasi mesin yang ketat membuat perbaikan instan hampir mustahil, apalagi untuk balapan di Miami yang sudah di depan mata. Di era regulasi baru ini, segalanya kompleks. Leclerc pun menekankan, perbaikan harus holistik.

“Tingkat pengembangan setiap tim sangat besar saat ini. Jadi, ada lebih dari sekadar unit tenaga. Ada masalah membawa ban ke jendela suhu yang tepat, aerodinamika, hingga sasis," tutup pembalap berusia 28 tahun itu.

Jalan menuju puncak masih panjang. Ferrari dan Leclerc tahu apa yang harus diperbaiki. Tinggal eksekusinya saja yang menunggu bukti di lintasan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar