Jakarta masih berdenyut seperti biasa, namun di balik hiruk-pikuk ibukota, para pelaku usaha sudah mulai memikirkan langkah antisipasi. Guncangan dari perang di Timur Tengah, meski jauh secara geografis, berpotensi mengirim gelombang kejut ke perekonomian domestik. Menanggapi hal ini, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) punya saran konkret untuk pemerintah.
Intinya, mereka minta stimulus. Tapi bukan sembarang stimulus. Menurut Apindo, bantuan harus diarahkan secara spesifik ke sektor-sektor padat karya. Tujuannya jelas: menahan dampak disrupsi global yang mungkin berkepanjangan.
“Memperkuat konsumsi domestik serta memberikan stimulus yang terarah bagi industri padat karya,”
Demikian penjelasan Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, saat berbincang dengan media pada Jumat (3/4/2026). Dia melihat pemerintah perlu bertindak cepat dengan langkah strategis, dibagi dalam skala waktu pendek, menengah, dan panjang.
Nah, untuk jangka pendek, ada empat fokus yang diajukan. Selain stimulus tadi, yang utama adalah menjaga stabilitas makro. Caranya? Dengan mengendalikan harga energi, nilai tukar, dan memastikan logistik rantai pasok tetap lancar. Lalu, membatasi tekanan global lewat kebijakan yang adaptif, disertai komunikasi yang jelas ke dunia usaha. Poin terakhir adalah menjaga daya saing bisnis. Ini bisa dilakukan lewat dukungan likuiditas, menekan biaya tinggi di ekonomi, deregulasi, dan menghilangkan sumbatan-sumbatan dalam berusaha.
Kalau untuk jangka menengah dan panjang, ada empat hal lain yang dinilai penting secara struktural. Pertama, soal ketahanan energi. Percepatan penguatan energi alternatif jadi kunci. Kedua, penyesuaian bauran energi, tentu saja dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur yang ada.
Di sisi lain, ketergantungan pada bahan baku impor juga harus dipangkas. Itu sebabnya poin ketiga adalah penguatan sektor hulu dalam negeri. Dan keempat, reformasi subsidi energi. Ini harus dilakukan bertahap dan hati-hati, sambil tetap menjaga daya beli masyarakat serta biaya logistik para pengusaha.
Artikel Terkait
Satria Muda Pertamina Bandung Tumbangkan Rajawali Medan dalam Drama Tipis 89-87
Hujan dan Angin Kencang di Bandung Tewaskan Satu Orang, 33 Pohon Tumbang
Tiga Dapur Makanan Bergizi Gratis di Kaimana Ditutup Sementara Gara-gara IPAL Tak Standar
Sistem Kesehatan Lebanon Selatan Kolaps di Tengah Serangan Israel