Pasokan Hewan Kurban Nasional Surplus 800 Ribu Ekor, Wamentan: Indikasi Ketahanan Pangan Baik

- Rabu, 27 Mei 2026 | 20:15 WIB
Pasokan Hewan Kurban Nasional Surplus 800 Ribu Ekor, Wamentan: Indikasi Ketahanan Pangan Baik

Ketersediaan hewan kurban secara nasional pada tahun ini dilaporkan dalam kondisi aman dan bahkan mengalami surplus hingga 800 ribu ekor. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengungkapkan bahwa total pasokan hewan kurban mencapai sekitar 3,2 juta ekor, sementara kebutuhan nasional diperkirakan hanya sekitar 2,4 juta ekor. Kelebihan pasokan ini, menurutnya, menjadi indikator positif terhadap ketahanan pangan nasional di tengah gejolak ekonomi global.

“Ini artinya alhamdulillah Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezekinya kepada bangsa kita, negara kita. Hari ini di saat kesulitan perang di mana-mana kita dalam keadaan yang baik, itu perlu tentu kita syukuri bersama,” ujar Sudaryono di Masjid Nurul Iman, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu (27/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan pelaksanaan kurban di lingkungan Kementerian Pertanian yang mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan. Pada tahun 2026 ini, sebanyak 49 ekor hewan kurban terkumpul, terdiri dari 41 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, hanya tercatat 2 ekor sapi dan 15 kambing, lalu meningkat menjadi 9 ekor sapi dan 10 kambing pada 2025.

“Insyaallah negara kita baik, pertumbuhannya baik dan kita bisa lihat partisipasi dari jumlah kurban di masjid ini saja,” ujar Wamentan.

Sementara itu, data nasional dari sistem informasi peternakan (iSIKHNAS) menunjukkan tren peningkatan partisipasi masyarakat dalam berkurban. Pada 2025, jumlah pemotongan hewan kurban secara nasional tercatat mencapai 2.268.764 ekor, atau meningkat 11,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 2.033.995 ekor.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, turut melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban nasional dalam kondisi terkendali. Dari total proyeksi 3,2 juta ekor, rinciannya meliputi 860 ribu ekor sapi, 34 ribu ekor kerbau, 1,4 juta ekor kambing, dan 935 ribu ekor domba.

“Kami melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban secara nasional cukup aman dan terkendali. Total proyeksi ketersediaan sebanyak 3,2 juta ekor, sementara proyeksi kebutuhan nasional kita untuk pengadaan hewan kurban ini sebanyak 2,4 juta ekor sehingga masih ada surplus sekitar 800 ribu ekor,” kata Agung.

Di sisi lain, pemerintah tahun ini menyalurkan lebih dari 1.000 ekor sapi bantuan kemasyarakatan Presiden yang didistribusikan ke berbagai provinsi, kabupaten/kota, Ibu Kota Nusantara (IKN), serta sejumlah lembaga masyarakat. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 981 ekor.

“Totalnya itu ada 1.000 lebih sapi kurban bantuan kemasyarakatan dari Bapak Presiden dan alhamdulillah setiap tahun ini naik terus. Tahun kemarin 981, sekarang 1.000 lebih karena ini bentuk kepedulian dari Presiden kepada kita semua, khususnya para peternak,” jelas Agung.

Pelaksanaan dam haji di dalam negeri juga mencatat peningkatan signifikan. Jika tahun lalu sekitar 10 ribu ekor kambing disembelih melalui skema tersebut, tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 32.690 ekor. Menurut Agung, peningkatan ini berpotensi memberikan dampak positif bagi para peternak nasional.

“Kalau 200 ribu jemaah haji saja ditambah dengan kebutuhan kurban tadi, maka setiap tahun paling tidak lebih dari 2 juta ekor harus disiapkan dan ini menambah keberkahan bagi teman-teman peternak kita,” ujarnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar