TEL AVIV Banjir besar tiba-tiba menggenangi dua distrik utama di Tel Aviv, Nabib dan Nebrak, Kamis lalu. Bukan karena hujan deras. Menurut laporan awal, penyebabnya justru serangan militer: sebuah bom tandan Iran diduga menghantam dan menghancurkan saluran pipa air utama di kawasan itu.
Akibatnya, air mengalir deras dan tak terkendali. Rekaman video amatir yang beredar memperlihatkan pemandangan yang cukup mencekam. Air luapan dari pipa yang hancur itu dengan cepat membanjiri jalan raya, mengubah jalur transportasi yang biasanya ramai menjadi kubangan air yang luas. Mobilitas kendaraan dan warga pun lumpuh total.
Kepanikan pun tak terhindarkan. Bagaimana tidak, distrik Nebrak dikenal sebagai kawasan dengan mobilitas tinggi. Tiba-tiba saja jalanan yang biasa dipadati kendaraan berubah jadi aliran air yang deras.
“Hantaman tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada sistem saluran air bawah tanah dan memicu banjir besar di kawasan padat penduduk,” begitu bunyi sebuah laporan yang dirilis Kamis (2/4/2026).
Di sisi lain, kerusakan yang ditimbulkan ternyata cukup parah. Bukan hanya banjir di permukaan, infrastruktur sanitasi bawah tanah juga mengalami kerusakan serius. Hal ini tentu saja melumpuhkan aktivitas sehari-hari warga setempat.
Namun begitu, ada kabar baik di tengah situasi kacau ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau luka-luka akibat insiden tersebut. Baik dari dampak banjirnya sendiri maupun dari ledakan awal.
Pihak berwenang sudah mengimbau warga untuk menjauhi area terdampak. Kekhawatiran sekarang adalah stabilitas tanah di sekitar pipa yang hancur, yang dikhawatirkan sudah labil dan berpotensi menimbulkan bahaya lanjutan.
Artikel Terkait
Trump Klaim Sebagian Besar Kesepakatan dengan Iran Sudah Dirundingkan, Selat Hormuz Akan Dibuka
Mensos Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Katingan Tampung 1.000 Siswa, Rampung Juni 2026
Kredit BPD Tumbuh 1,59 Persen, OJK Dorong Penguatan Lewat Roadmap 2024–2027
Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas Tambahan 35 MMSCFD untuk Jaga Produksi Pupuk Nasional hingga 2035