Gelombang arus balik Lebaran 2026 akhirnya mereda. Data terbaru dari PT Jasa Marga menunjukkan, selama periode 11 hingga 31 Maret kemarin, tercatat sebanyak 3,38 juta lebih kendaraan telah kembali memadati wilayah Jabotabek. Angka ini merupakan akumulasi dari empat gerbang tol utama dan jalur fungsional Japek II Selatan.
Dari mana saja mereka datang? Ternyata, hampir setengahnya tepatnya 48,5 persen berasal dari arah timur, mencakup kawasan Trans Jawa dan Bandung. Jumlahnya mencapai 1,64 juta kendaraan. Sementara itu, arus dari barat (Merak) menyumbang 977 ribu kendaraan, dan dari selatan (Puncak) sekitar 765 ribu kendaraan.
Kalau dirinci lagi, gerbang tol Cikampek Utama jadi pintu masuk paling sibuk dari arah timur. Lewat sini, ada 883 ribu kendaraan yang melintas angka itu melonjak 51 persen dibanding hari biasa. Sementara dari Bandung, via GT Kalihurip Utama dan jalur fungsional Japek II Selatan, arusnya mencapai 687 ribu kendaraan. Ada juga sekitar 69 ribu kendaraan yang memanfaatkan jalur pengalihan menuju Kalihurip.
Secara keseluruhan, kenaikan arus dari timur ini cukup signifikan: 31,1 persen di atas kondisi normal.
Di sisi lain, dari arah barat melalui GT Cikupa, arusnya terpantau 977 ribu kendaraan, naik tipis 1,5 persen. Sedangkan dari selatan lewat GT Ciawi, angkanya 765 ribu kendaraan dengan kenaikan 3,2 persen.
Puncak arus balik terakhir terjadi pada Selasa, 31 Maret. Hari itu, volume kendaraan yang masuk Jabotabek mencapai 147.964 melonjak hampir 15 persen dari normal.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, menyatakan periode arus balik resmi berakhir.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Tegaskan Anggaran Sewa Helikopter Rp 2 Miliar Belum Direalisasi
Kebocoran Diduga Picu Ledakan dan Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi
Aturan Larangan Ponsel di Sekolah Makassar Picu Pro-Kontra di Kalangan Siswa
Camat Pimpin Gotong Royong Bersihkan Irigasi Palakka di Bone