Di tengah Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto melontarkan sebuah gagasan yang cukup menarik perhatian. Ia ingin atap-atap rumah di Indonesia tampak lebih indah dan asri. Caranya? Dengan mengganti bahan atap seng yang masih banyak dipakai itu dengan genteng tanah liat.
Menurut Prabowo, pemakaian seng punya banyak kelemahan. Selain cepat berkarat dan kurang awet, material itu juga dinilainya tidak ramah lingkungan. "Seng ini panas untuk penghuni," ujarnya. "Seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng."
Ia bahkan menyisipkan kritik halus. "Maaf saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya, maaf bikin yang lain-lain deh," tambahnya, disambut riuh peserta rapat.
Visi yang diusungnya jelas: sebuah gerakan nasional. "Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia," tegas Prabowo.
Nah, untuk mewujudkan ambisi ini, Prabowo punya skema khusus. Ia berencana melibatkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai tulang punggung industri genteng lokal. Alasannya sederhana: biayanya tidak selangit. "Alat-alat pabrik genteng itu tidak mahal, jadi nanti koperasi merah putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng," jelasnya.
Artikel Terkait
IHSG Terjun Bebas 5,32% Dihantam Isu Transparansi MSCI
AS Puncaki Surplus Dagang Indonesia, Sentuh Angka Rp 18,1 Miliar
GPSO Pacu Ekspansi Besar: Rp700 Miliar Digelontorkan untuk Akuisisi dan Konsolidasi
Bitcoin Tersungkur ke Level Terendah Setahun, Pasar Kripto Diguncang Pergantian Fed