Gugatan Rp 7 Miliar, Ressa Rosano Tuntut Pengakuan sebagai Anak Denada

- Minggu, 01 Februari 2026 | 11:45 WIB
Gugatan Rp 7 Miliar, Ressa Rosano Tuntut Pengakuan sebagai Anak Denada

Kasus yang melibatkan penyanyi Denada Tambunan makin berliku saja. Setelah sebelumnya dikenal karena perjuangannya merawat putrinya, Aisha, kini namanya justru terseret gugatan hukum yang cukup mengejutkan. Seorang pemuda bernama Ressa Rizky Rosano, 24 tahun, mengaku sebagai anak kandung Denada dan menggugatnya di PN Banyuwangi dengan tuntutan gugatan perdata senilai Rp 7 miliar.

Nilai gugatan yang fantastis itu sempat bikin publik terbelalak. Tapi, menurut kuasa hukum Ressa, Andika Meigista Cahya, angka itu jangan langsung ditafsirkan macam-macam. “Terkait angka Rp 7 miliar, itu hanyalah persyaratan formil dalam sebuah gugatan perdata,” jelas Andika dalam sebuah wawancara virtual.

Ia menegaskan, kliennya tidak sedang mengejar harta. Intinya cuma satu: pengakuan. “Ya, pengakuan ini kan nggak hanya cukup di lisan saja, kami kan sedang memperjuangkan hak klien kami,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andika menyebut Ressa ingin mendengar pengakuan itu langsung dari mulut Denada, bukan dari perantara atau pengacaranya. “Kan yang ngomong kuasa hukumnya, bukan yang bersangkutan. Iya, dia kan nggak hanya ingin, bukan kuasa hukumnya yang menyampaikan, tapi pihak yang bersangkutan, pihak tergugat,” tambah Andika.

Di tengah hiruk-pikuk ini, muncul dukungan dari selebgram Lisa Mariana. Lewat unggahan Instagram, Lisa menyatakan solidaritas penuh pada Ressa yang disebutnya sedang berjuang mencari keadilan.

“Semangat dik, full support dari kakak utk km,” tulis Lisa dalam unggahannya.

Tak cuma itu, Lisa juga mengungkap kondisi psikologis Ressa yang menurutnya memprihatinkan. Ia menyebut pemuda itu mengalami trauma sedemikian dalam hingga lupa detail dasar tentang dirinya sendiri.

“Guys bahkan dia sendiri ga ingat dia lahir tahun berapa, sesedih dan sesakit itu,” lanjut Lisa.

Pernyataan Lisa ini seperti memberi gambaran betapa klaim penelantaran yang diajukan Ressa bukanlah hal sepele. Ada luka yang ditinggalkan, dan dampaknya terasa sampai sekarang bahkan mengaburkan ingatan tentang identitas diri.

Gugatan ini jelas membuka babak baru. Setelah sebelumnya publik melihat Denada sebagai figur ibu yang kuat, kini ia harus berhadapan dengan tuntutan yang, jika benar, mengubah narasi itu sepenuhnya. Perjalanan kasusnya masih panjang, dan semua pihak tampaknya sedang menyiapkan senjata masing-masing.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar