Hujan yang mengguyur tanpa henti semalaman telah mengubah sejumlah ruas jalan di Jakarta menjadi kubangan air. Pagi ini, banyak titik terendam banjir, mengganggu aktivitas warga yang hendak beraktivitas. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, langsung angkat bicara soal tingginya intensitas hujan yang terjadi.
"Hari ini di Jakarta dan sekitarnya, curah hujan itu 264 mm per hari. Itu termasuk curah hujan yang sangat, sangat, sangat tinggi,"
ujar Pramono kepada awak media pada Minggu (8/2/2026).
Menurutnya, antisipasi sebenarnya sudah dilakukan sejak malam. Koordinasi dengan jajaran Sumber Daya Air berjalan untuk mengatasi genangan di beberapa spot yang sudah mulai terlihat.
"Bahkan dari semalam sebenarnya beberapa spot sudah dilakukan pemompaan, dipompa,"
katanya.
Namun begitu, Pramono mengingatkan satu hal yang patut diwaspadai. Ancaman debit air kiriman dari wilayah penyangga masih mengintai.
"Tetapi, ini nanti sebagai informasi, karena di atas, baik itu di Bogor, di Tangerang, dan sebagainya, curah hujan juga tinggi, pasti akan ada air yang mengalir ke Jakarta,"
sambungnya.
Menyikapi hal itu, ia telah memerintahkan persiapan sekitar 1.200 unit pompa untuk disiagakan. Lokasi-lokasi langganan banjir seperti Jalan Daan Mogot di Jakarta Barat menjadi perhatian utama.
"Dan untuk itu, saya sudah meminta pada seluruh jajaran, kurang lebih 1.200 pompa dipersiapkan dan termasuk pompa portabel di beberapa daerah, salah satunya yang selalu jadi persoalan adalah di Daan Mogot dan di DI Panjaitan,"
jelas Pramono.
Upaya itu rupanya membuahkan hasil, meski tak sempurna. "Alhamdulillah, di dua tempat itu dari tadi pompa terus dilakukan dan lalu lintas bisa berjalan walaupun ada sedikit genangan," tambahnya.
147 RT Terendam, Salah Satu Genangan Capai 1,7 Meter
Di sisi lain, data terbaru dari BPBD DKI Jakarta menggambarkan situasi yang cukup serius. Hingga pukul sembilan pagi tadi, banjir telah merendam 147 Rukun Tetangga (RT) dan 19 ruas jalan.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 147 RT dan 19 Jalan tergenang,"
kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, Minggu (8/3/2026).
Yang mengkhawatirkan, ketinggian air di beberapa lokasi ternyata tak main-main. Catatan BPBD menunjukkan ada genangan yang mencapai kedalaman 1,7 meter cukup untuk menyurutkan sebagian besar kendaraan roda dua.
Kini, personel BPBD telah dikerahkan untuk memantau perkembangan genangan di tiap wilayah. Mereka juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya jelas: mempercepat penyedotan air dan memastikan saluran-saluran air berfungsi dengan baik, sebelum hujan berikutnya mungkin datang.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang Tiga Pekan, Namun Serangan di Lapangan Tewaskan Lima Orang Termasuk Jurnalis
Polisi Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Sianida dari Filipina di Gorontalo Utara
Peringati Hari Transportasi Nasional, Seluruh Moda Transportasi Umum di Jakarta Gratis
Hotel Borobudur Jakarta Luncurkan Program Rempah dan Budaya Ternate-Tidore Sambut Hari Bumi dan Waisak 2026