Prabowo Percepat Swasembada Energi Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

- Kamis, 12 Maret 2026 | 13:20 WIB
Prabowo Percepat Swasembada Energi Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Presiden Prabowo Subianto kini menggegas upaya swasembada energi. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan terhadap gejolak di Timur Tengah yang dampaknya bisa merembet ke mana-mana.

Pertemuan beliau dengan Ketua dan anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Kamis lalu, menjadi penanda dimulainya akselerasi ini. Mereka duduk bersama membahas situasi ekonomi global yang lagi panas-panasnya.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang memberikan penjelasan tertulis, menyebut pertemuan itu memang membahas perkembangan ekonomi dunia.

“Presiden Prabowo menerima Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri terkait untuk membahas perkembangan ekonomi global, termasuk potensi dampak eskalasi konflik Timur Tengah terhadap perekonomian dunia dan Indonesia,”

ujar Teddy, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, kondisi pasokan energi dalam negeri saat ini masih terpantau aman. Pemerintah berjanji akan menjaga agar stok BBM dan gas selalu cukup untuk kebutuhan domestik.

“Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa pasokan BBM dan gas nasional dalam kondisi mencukupi. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga energi global dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar dampaknya terhadap APBN tetap terkendali,”

tambah Seskab itu.

Namun begitu, Prabowo tak cuma bicara soal menjaga stok. Beliau menekankan pentingnya langkah strategis yang lebih mendasar untuk menguatkan ketahanan ekonomi nasional. Intinya, kita harus mandiri.

Fokusnya jelas: percepatan swasembada energi. Ini cara untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar, yang rentan goncangan.

“Presiden juga menekankan pentingnya mempercepat swasembada energi serta memperkuat digitalisasi pemerintahan, termasuk melalui pilot digitalisasi penyaluran bantuan sosial, untuk meningkatkan efisiensi belanja negara,”

kata Teddy menjelaskan.

Di sisi lain, Presiden juga meminta seluruh jajarannya untuk tetap waspada. Dinamika global berubah cepat, dan antisipasi kebijakan yang matang sangat krusial. Tanpa itu, stabilitas ekonomi nasional bisa goyah diterpa ketidakpastian dari luar.

“Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah terus mengantisipasi perkembangan situasi global dan memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga,”

pungkasnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar