Bitcoin kembali terpuruk. Nilainya anjlok ke posisi terendah dalam hampir setahun terakhir, tepatnya Senin (2/2) lalu, dengan penurunan 2,5% menjadi USD 74.541. Level ini belum pernah terjadi sejak Donald Trump kembali menduduki kursi kepresidenan AS tahun lalu.
Kalau dilihat lebih jauh, Januari 2026 benar-benar bulan yang suram untuk aset kripto andalan ini. Data Bloomberg menunjukkan, Bitcoin merosot 11% sepanjang bulan itu. Penurunan bulanan sebesar itu adalah yang terburuk sejak 2018, atau setahun setelah euforia kripto 2017 meredup.
Caroline Mauron dari Orbit Markets punya pandangan yang cukup tajam soal ini.
"Ini penurunan signifikan sejak puncaknya di sekitar USD 70.000 tahun 2021. Kepercayaan investor untuk jangka panjang jelas terguncang," ujarnya.
Memang, perjalanan Bitcoin belakangan ini seperti rollercoaster. Sempat melambung tinggi di atas USD 126.000 tahun lalu, didorong oleh kebijakan Gedung Putih yang ramah kripto. Tapi euforia itu tak bertahan lama. Aksi jual besar-besaran kemudian menghantam, mencukur hampir 40% dari nilai puncaknya. Cukup dramatis.
Gelombang jual ini masih terasa panas. Menurut pantauan Coinglass, dalam sehari saja tercatat arus keluar atau "outflow" mencapai USD 590 juta dari pasar kripto. Angka yang tidak kecil.
Lalu, apa pemicu semua ini? Banyak yang menunjuk pada perubahan di pucuk pimpinan Federal Reserve. Trump baru saja menunjuk Kevin Warsh, mantan Ketua Fed, untuk menggantikan Jerome Powell. Keputusan ini langsung disambut dengan kecemasan pasar.
Kekhawatiran utamanya terletak pada kebijakan likuiditas yang mungkin akan dibawa Warsh. Di sisi lain, ada juga analis yang berpendapat langkah-langkahnya justru bisa menguatkan posisi dolar AS. Namun untuk saat ini, pasar kripto tampaknya lebih memilih untuk bersikap waspada dan menarik dulu dananya.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020