Di Sentul, Jawa Barat, suasana Rapat Koordinasi Nasional antara pemerintah pusat dan daerah pada Senin (2/2) terasa cukup padat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, atau yang lebih akrab disapa KDM, ikut memberikan tanggapannya usai mendengar taklimat dari Presiden Prabowo Subianto.
Menurut KDM, meski ada program yang jadi prioritas pusat dan ada pula yang lebih diutamakan daerah, pada dasarnya semuanya punya satu esensi yang sama. Intinya sih, bagaimana caranya meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia, di mana pun mereka tinggal.
"Tapi secara esensi, seluruh program itu sama, yaitu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia di mana pun berada," jelas KDM, seperti yang terekam dalam siaran langsung Kemendagri RI.
Lalu, seperti apa kualitas hidup yang dimaksud? KDM merincinya dengan cukup gamblang. Semuanya harus naik kelas: mulai dari layanan kesehatan, mutu pendidikan, sampai daya beli ekonomi rakyat.
"Dengan tersedianya lapangan kerja, produktivitas pertanian harus mengalami peningkatan, produktivitas kelautan harus mengalami peningkatan," tegasnya.
Tak cuma itu. Aspek energi dan kelestarian lingkungan hidup juga masuk dalam daftar perhatiannya. Nah, soal ini, KDM merasa program yang digariskan Prabowo sudah seirama dengan apa yang selama ini digarap Jabar.
"Nah seluruhnya tadi sudah tersampaikan dan itu sebenarnya pekerjaan-pekerjaan yang selama ini menjadi concern Pemerintah Provinsi Jabar dan seluruh kabupaten-kota di Provinsi Jabar, jadi kata orang Sunda itu namanya adumanis, jadi: Memadukan," ujar KDM sambil menyelipkan istilah lokal.
Secara umum, program Pak Prabowo di Jabar sudah berjalan baik, begitu menurutnya. Namun begitu, ada satu persoalan yang menurutnya butuh perhatian ekstra: sampah.
"Yang sangat kita dapat concern adalah menyelesaikan masalah sampah, itu harus terintegrasi karena Jabar penduduknya 54 juta, sampah jadi problem," papar mantan Bupati Purwakarta dua periode itu.
Dia bahkan menyentil soal atap bangunan. "Ada yang menggunakan genteng, ada ijuk, ada sirap, semuanya harus indah, tidak boleh menggunakan bahan seng," lanjutnya, menekankan pentingnya keindahan dan kelestarian.
Pada akhirnya, harapan KDM dari rakornas ini sederhana: menyatukan semangat. "Kita memiliki napas yang sama, jiwa yang sama, dan tujuan yang sama: Wujudkan keadilan, kemakmuran di seluruh rakyat Indonesia," tutupnya penuh keyakinan.
Artikel Terkait
DPR Setujui Naturalisasi Dua Pemain, Minta Pembinaan Pemain Lokal Tak Terabaikan
Ruben Onsu Datangi KPAI untuk Konsultasi Gugatan Hak Asuh Anak
Polisi Bongkar Misteri Pembunuhan Wanita di Sawah Banjar, Tetangga 60 Tahun Jadi Tersangka
76 Persen Dosen RI Bergaji di Bawah UMR, DPR Desak Kesejahteraan Dituntaskan di Tengah Rencana Penutupan 122 Prodi