Sebuah pesawat tanker milik Angkatan Udara Amerika Serikat, Boeing KC-135 Stratotanker, mengirimkan sinyal darurat kode 7700 saat terbang di atas Teluk Persia di tengah eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sinyal tersebut merupakan kode internasional yang menandakan situasi darurat dalam penerbangan.
Berdasarkan data dari Flightradar24, pesawat tersebut lepas landas dari Pangkalan Udara Al Dhafra yang berlokasi di Uni Emirat Arab. Jejak penerbangan menunjukkan pesawat sempat bermanuver dengan pola melingkar di udara sebelum akhirnya mulai menurunkan ketinggian untuk persiapan pendaratan. Namun, sinyal pesawat kemudian dilaporkan hilang saat berada di atas wilayah Qatar.
Pesawat jenis ini berfungsi sebagai stasiun pengisian bahan bakar terbang yang mendukung operasi militer AS di kawasan tersebut. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak militer Amerika Serikat yang mengonfirmasi penyebab pasti keadaan darurat tersebut. Belum dapat dipastikan pula apakah insiden ini berkaitan dengan aksi permusuhan dari pihak mana pun.
Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan hilangnya pesawat tersebut dengan mengutip data pelacakan penerbangan dari Flightradar24. Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada pernyataan dari otoritas Iran yang mengindikasikan keterlibatan mereka dalam insiden darurat pesawat militer AS tersebut.
Artikel Terkait
Gempa Ganda Guncang Venezuela, 32 Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Hery Susanto Bantah Terima Suap Rp4,8 Miliar dalam Kasus Nikel
Pelanggan Kereta Priority KAI Melonjak 88 Persen, Tembus 46.900 Orang per Mei 2026
Wakil Ketua Komisi IX DPR Dorong AI untuk Atasi Kekurangan Dokter di Daerah