Laga Persija Vs Persib Kembali Digelar di Luar Jakarta, Jakmania Kecewa Berat

- Kamis, 07 Mei 2026 | 10:00 WIB
Laga Persija Vs Persib Kembali Digelar di Luar Jakarta, Jakmania Kecewa Berat

Sudah tujuh tahun berlalu, namun Persija Jakarta masih belum bisa menjamu Persib Bandung di kandang sendiri. Setiap musim, Macan Kemayoran harus berpindah-pindah stadion akibat persoalan izin keamanan yang tak kunjung tuntas. Kini, duel klasik pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 kembali dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur. Keputusan ini membuat para pendukung setia, Jakmania, tak habis pikir.

Awalnya, laga antara Persija dan Persib dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Minggu, 10 Mei 2026. Panitia pelaksana bahkan telah menyiapkan dua stadion sekaligus, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Jakarta International Stadium (JIS). Namun, hingga Rabu, 6 Mei 2026, izin pertandingan di Jakarta tak kunjung diterbitkan. Operator kompetisi pun akhirnya memutuskan memindahkan pertandingan ke Stadion Segiri, Samarinda.

Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno, mengaku sangat kecewa dengan keputusan tersebut. Menurutnya, tujuh tahun tanpa laga Persija melawan Persib di Jakarta sudah terlalu lama untuk diterima begitu saja. “Sudah pasti yang paling kecewa dengan situasi ini adalah Jakmania. Kenapa? Karena kekecewaan kami sudah tujuh tahun kami tidak menggelar pertandingan Persija-Persib di Jakarta. Terakhir 2019 saat itu,” ujarnya.

Diky menegaskan bahwa Jakmania selama ini telah berusaha membangun citra positif. Mereka menyambut suporter tamu dengan baik dan menjaga situasi tetap aman setiap pertandingan kandang Persija di Jakarta. “Itu kan sudah dilihat bagaimana ketika teman-teman Solo, teman-teman Malang, teman-teman Jepara, teman-teman Jogja, bahkan teman-teman Surabaya pun datang ke Jakarta, mereka pulang dengan aman dan nyaman,” lanjutnya. “Dari situ kita bisa terlihat bagaimana Jakmania memang konsen sekali untuk menjaga keamanan dan ketertiban apalagi di kotanya, apalagi di Jakarta gitu loh,” pungkasnya.

Keputusan memindahkan pertandingan ke Samarinda menjadi pukulan besar bagi Persija. Selain kehilangan keuntungan bermain di kandang sendiri, perjalanan jauh ke Kalimantan Timur juga berpotensi memengaruhi kondisi fisik pemain. Padahal, duel melawan Persib bukan sekadar laga biasa. Pertandingan tersebut sangat menentukan dalam persaingan papan atas Super League musim ini.

Ironisnya, kondisi seperti ini sudah menjadi cerita lama bagi Persija. Sejak terakhir kali menjamu Persib di SUGBK pada 10 Juli 2019, Macan Kemayoran tidak pernah lagi memainkan laga kandang kontra rival abadinya di Jakarta. Saat itu, pertandingan berakhir imbang 1-1 di hadapan puluhan ribu penonton. Setelahnya, Persija terus menjadi “tim musafir” ketika menghadapi Persib sebagai tuan rumah.

Pada Liga 1 2021/2022, Persija harus menjamu Persib di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Hasilnya, Macan Kemayoran kalah 0-2. Musim berikutnya, Persija memakai Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, sebagai kandang sementara dan berhasil menang 2-0 atas Persib. Namun pada musim 2023/2024, duel kembali dimainkan di Bekasi dan berakhir imbang 1-1. Situasi yang sama terjadi lagi pada musim 2024/2025 ketika Persija kembali menjamu Persib di Stadion Patriot. Laga tersebut berlangsung dramatis. Persija sempat unggul 2-0 lewat Gustavo Almeida dan Firza Andika sebelum Persib membalas melalui Nick Kuipers dan David da Silva hingga skor akhir menjadi 2-2.

Kini, pada musim 2025/2026, Persija kembali harus meninggalkan Jakarta dan memainkan laga kandang melawan Persib di Stadion Segiri Samarinda.

Eks Ketua Umum Jakmania, Ferry Tauhid Indrasjarief, yang kini menjabat sebagai panitia pelaksana Persija, juga tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. “Kecewa sekali. Padahal kita sudah berupaya, bekerja sama dengan Jakmania, berupaya untuk menunjukkan bahwa perilaku suporter kita sudah bagus,” kata Ferry. “Boleh dibilang selama musim ini kita tidak ada kejadian apa pun yang berarti sehingga membuat PSSI ataupun Liga khawatir dengan kondisi ini,” lanjutnya.

Ferry berharap operator liga ke depan lebih bijak dalam menyusun jadwal pertandingan Persija melawan Persib agar tidak selalu berlangsung di momen-momen paling sensitif. “Kita kecewa sekali. Tapi memang kayaknya harus dipikirkan, untuk ke depannya kita harus bikin jadwal yang di mana pertandingan Persija vs Persib itu jangan yang bulan-bulan krusial kayak gini gitu,” sambungnya.

Persija versus Persib selalu menjadi salah satu pertandingan terbesar di sepak bola Indonesia. Antusiasme suporter begitu besar, tetapi persoalan izin keamanan masih terus menjadi hambatan utama. Bagi Jakmania, tujuh tahun tanpa laga Persija melawan Persib di Jakarta bukan lagi sekadar soal stadion. Ini tentang kerinduan mendukung tim kebanggaan di rumah sendiri yang hingga kini belum juga terwujud.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar