Di tengah maraknya kekhawatiran orang tua soal anak yang sulit lepas dari gim daring, pemerintah akhirnya mengambil langkah. Kementerian Komunikasi dan Digital baru saja meresmikan layanan baru bernama Digital Addiction Response Assistance, atau DARA. Peluncurannya dilakukan di Sarinah, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Intinya, DARA ini dihadirkan sebagai ruang konsultasi. Tempat yang aman dan privat buat anak-anak maupun keluarganya yang sedang berjibaku dengan masalah kecanduan di dunia digital.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengakui bahwa kehadiran DARA berawal dari keresahan yang nyata di masyarakat. Banyak orang tua, katanya, yang merasa bingung menghadapi perubahan sikap anak-anak mereka akibat terlalu sering terpapar gim online.
"Para orang tua tentu sangat terusik dengan kondisi ini. Di satu sisi, kita tahu gim bisa memicu kreativitas, sehingga kita tidak menutup industri gim. Namun di saat bersamaan, negara harus hadir membantu anak-anak kita yang terpapar adiksi,"
Demikian penjelasan Meutya Hafid, seperti dikutip akhir pekan lalu.
Menariknya, layanan ini disebut-sebut sebagai buah karya talenta muda dalam negeri. Desainnya dibuat agar bisa menjadi semacam 'teman bercerita' yang mudah diakses. Bagi yang membutuhkan, DARA bisa dijangkau lewat situs web adiksi.igrs.id. Atau, bisa juga lewat konsultasi WhatsApp Indonesia Game Rating System (IGRS) di nomor 0811806860.
Artikel Terkait
Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Damai Iran-Israel
Manajer Persib Ingatkan Skuad untuk Tak Anggap Enteng Persebaya di Laga Klasik
KBRI Teheran Intensifkan Komunikasi dengan 329 WNI di Iran Jelang Eskalasi Militer
KBRI Teheran Pantau 329 WNI di Iran Usai Ketegangan Militer