Rabu (1/4/2026) jadi hari yang berbeda untuk dua saham di Bursa Efek Indonesia. BEI memutuskan untuk mencabut suspensi saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT). Sahamnya bisa diperdagangkan lagi mulai sesi pertama.
Tapi di sisi lain, nasib malah berbalik untuk PT Asia Pramulia Tbk (ASPR). Perdagangan sahamnya justru dihentikan sementara oleh Bursa. Penyebabnya, harga ASPR melonjak terlalu signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
"Dengan ini diumumkan suspensi atas perdagangan saham FITT dibuka kembali mulai sesi I, dan saham ASPR disuspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai tanggal 1 April 2026,"
Begitu bunyi pengumuman resmi BEI di hari itu. Intinya, FITT kembali bebas, sementara ASPR justru dikunci.
Kondisi FITT sendiri sebenarnya belum sepenuhnya cerah. Sebelumnya, saham ini sempat disuspensi sehari pada Selasa (31/3) setelah harganya ambles 14,38% ke level Rp262. Kalau dilihat lebih jauh, performanya cukup memprihatinkan: turun 66,84% dalam sebulan dan anjlok 54,59% sejak awal tahun.
Lain cerita dengan ASPR. Saham ini punya momentum bullish pasca-libur Lebaran, menguat terus selama lima hari berturut-turut. Dalam sepekan saja, kenaikannya mencapai hampir 60%. Pada perdagangan Selasa sebelum suspensi, ASPR ditutup di Rp230, naik 12,75%.
Jadi, di hari yang sama, dua saham mengalami takdir berlawanan: satu dibebaskan dari penguncian, satunya lagi justru masuk dalam daftar suspensi. Pasar memang selalu punya kejutan sendiri.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Awal Perdagangan, Optimisme AI dan Harapan Damai AS-Iran Jadi Pendorong
PT Segar Kumala Indonesia Alihkan Transaksi Impor ke Yuan China untuk Tekan Dampak Pelemahan Rupiah
Citra Tubindo Bagikan Dividen 21,78 Juta Dolar AS ke Pemegang Saham
PT BEEF Rombak Direksi dan Komisaris, Ari Wijayanto Ditunjuk sebagai Dirut Baru