Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah memfokuskan diri pada penyiapan talenta riset muda guna memperkuat ekosistem sumber daya manusia di industri semikonduktor nasional melalui serangkaian program pelatihan dan pengembangan berbasis teknologi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa pembangunan industri semikonduktor di tanah air harus bertumpu pada penguatan sumber daya manusia unggul yang dipersiapkan melalui perguruan tinggi dan ekosistem riset nasional. Menurutnya, inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk membangun kepercayaan diri bangsa.
"Program ini adalah satu program untuk membangun kepercayaan bangsa kita, untuk menunjukkan bahwa Indonesia juga bisa naik kelas sebagai negara yang bisa melakukan industri maju, industri berbasis teknologi," ujar Brian.
Kemdiktisaintek mendorong penguatan keterhubungan antara kampus, riset, dan industri agar pengembangan talenta serta inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa. Perguruan tinggi diharapkan menjadi pusat lahirnya talenta unggul, riset terapan, dan teknologi strategis nasional yang mampu bersaing di tingkat global.
"Yang paling penting dari semuanya adalah sumber daya manusia, yang akan menjadi tulang punggung dari semuanya, tentunya adalah talenta-talenta muda," kata Brian menambahkan.
Pemerintah juga mendorong keberanian generasi muda untuk menjadi bagian dari transformasi teknologi Indonesia dan memperkuat daya saing industri nasional berbasis teknologi maju. Brian menekankan bahwa bangsa Indonesia harus mampu menegakkan kepala karena mampu bersaing dengan bangsa lain dalam membangun industri berbasis teknologi.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Kemdiktisaintek bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Danantara Indonesia, dan Arm, produsen semikonduktor dunia. Program ini menyasar mahasiswa perguruan tinggi, peneliti, lulusan baru, hingga profesional teknis dengan tahap awal menjangkau sekitar 1.000 peserta.
Para peserta mengikuti pelatihan intensif desain chip berbasis teknologi Arm selama tiga hari sebagai bagian dari pengembangan kemampuan teknis di bidang semikonduktor. Pemerintah menargetkan program tersebut dapat diperluas secara bertahap hingga mencapai 15.000 talenta semikonduktor Indonesia dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun mendatang.
Pengembangan talenta semikonduktor menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang difokuskan untuk memperkuat ekonomi nasional, hilirisasi industri, dan transformasi digital.
Sementara itu, pemerintah juga mengumumkan rencana penyelenggaraan "Indonesia 2026 Semiconductor Hackathon" yang akan melibatkan mahasiswa, akademisi, peneliti, dan para ahli industri. Pengembangan desain chip dalam hackathon tersebut difokuskan pada Internet of Things (IoT), smart energy, smart agriculture, dan teknologi komputasi masa depan.
Artikel Terkait
Mantan Wamenaker Noel Dituntut 5 Tahun Penjara, BNN Sita Ratusan Kilogram Narkoba
Zelensky Peringatkan Serangan Besar Rusia dalam Waktu Dekat, AS Konfirmasi Ancaman Rudal Oreshnik
Mendagri Instruksikan Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global terhadap Stabilitas Ekonomi dan Harga
Kecelakaan di Tol Probolinggo, Dua Staf Anggota DPR Gus Hilman Tewas