Musim kemarau panjang sudah di depan mata. Menyikapi hal itu, jajaran Polres Rokan Hulu (Rohul) pun tak tinggal diam. Mereka menggenjot patroli di berbagai titik rawan. Tujuannya jelas: mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum benar-benar terjadi.
Kapolres Rohul, AKBP Emil Eka Putra, menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan. "Kami tidak hanya mengandalkan patroli darat," ujarnya. Menurutnya, pemantauan juga dilakukan secara real-time lewat aplikasi Dashboard Lancang Kuning untuk melacak hotspot.
Sejauh ini, hasilnya cukup menggembirakan. "Dari pantauan dan patroli di sejumlah lokasi rawan, kondisinya aman. Belum ada temuan titik panas atau api," jelas Emil dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Ia melihat ini sebagai indikasi positif. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, rupanya mulai tumbuh.
Namun begitu, ia tak mau jumawa. Emil mengajak semua pihak, dari tingkat desa hingga kabupaten, untuk terus bersinergi. Upaya menjaga wilayah agar bebas karhutla ini sejalan dengan program Green Policing yang digaungkan Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.
"Prinsipnya, lebih baik mencegah daripada menanggulangi," tegasnya.
Nah, upaya pencegahan itu ternyata tak melulu soal operasi. Ada pendekatan lain yang mereka coba. Dalam kunjungannya ke masyarakat, selain memantau, polisi juga membagikan beras gratis.
"Ini bentuk kepedulian kami," imbuh Emil. Bantuan sembako ini dimaksudkan untuk sedikit menguatkan ekonomi warga. Harapannya, dengan kondisi perekonomian yang sedikit terbantu, masyarakat tidak terdorong membuka lahan dengan cara yang mudah tapi berbahaya: membakar.
Memang, faktor ekonomi sering jadi alasan utama. Membakar dianggap cara paling murah dan cepat untuk membuka lahan. Polisi berusaha memotong mata rantai itu dengan memberi solusi langsung.
Tak cuma bagi-bagi bantuan. Personel di lapangan juga menyisipkan edukasi. Mereka mengobrol langsung dengan warga, menerangkan betapa bahayanya karhutla. Dampaknya luas, mulai dari gangguan kesehatan, kerusakan lingkungan, sampai ancaman sanksi hukum yang bisa menimpa pelaku.
Semua langkah ini dilakukan berbarengan. Sebuah kombinasi antara penegakan hukum, pendekatan sosial, dan upaya persuasif. Cuaca mungkin tak bisa dikendalikan, tapi kesiapan dan upaya pencegahan, menurut mereka, bisa diperkuat.
Artikel Terkait
Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selama Cuti Bersama Idul Adha 1447 H
Wamendesa: Kritik pada Program Pemerintah Bagian dari Demokrasi, Semua Pihak Diajak Bangun Desa
China Serukan Gencatan Senjata Komprehensif di Kawasan Teluk dalam Pertemuan PBB
Polisi Tanggamus Tangkap Lima Pemburu Rusa Sambar di Kawasan Hutan Konservasi