Heboh anggaran sewa helikopter Rp 2 miliar di media sosial ternyata keliru. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan angkat bicara, meluruskan informasi yang sempat ramai itu.
Intinya, kabar itu tidak benar. Angka fantastis yang beredar luas itu bukan uang yang sudah dikeluarkan. Menurut penjelasan resmi, itu cuma pagu sebatas angka rencana di atas kertas.
Hingga saat ini, realisasinya nol. Dana sebesar itu belum dibelanjakan sama sekali.
“Anggaran tersebut sudah tercantum dalam perencanaan, namun belum ada realisasi,”
demikian penjelasan Kepala Biro Umum Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Suhartono, seperti dikutip dari Antara, Kamis (2/4/2026).
Lalu, untuk apa rencana anggaran sewa helikopter itu disiapkan? Ternyata, ini murni langkah antisipasi. Pemerintah provinsi menyiapkannya untuk kondisi-kondisi tertentu, terutama saat darurat melanda.
Bayangkan situasi bencana. Banjir bandang, misalnya, atau evakuasi mendesak di daerah terpencil. Itulah skenario yang dibayangkan. Helikopter diproyeksikan jadi penunjang mobilitas cepat ketika respons segera dibutuhkan dan akses darat terputus.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir, 3,38 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek
Kebocoran Diduga Picu Ledakan dan Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi
Aturan Larangan Ponsel di Sekolah Makassar Picu Pro-Kontra di Kalangan Siswa
Camat Pimpin Gotong Royong Bersihkan Irigasi Palakka di Bone