Udara di TPU Malaka, Duren Sawit, Jakarta Timur, terasa berat dan sunyi pada Minggu siang itu. Di sanalah, Yoga Naufal, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, akhirnya dimakamkan. Ia adalah salah satu korban dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang sempat hilang, dan kini telah berhasil diidentifikasi.
Prosesinya berjalan khidmat. Penuh haru. Jenazah tiba di lokasi dan langsung disemayamkan untuk upacara perpisahan terakhir.
Tak hanya keluarga, kerabat dekat dan rekan-rekan kerjanya pun hadir. Mereka berdiri berjejalan, mengiringi langkah terakhir sang almarhum.
Tangis pun pecah. Suasana yang sudah muram itu benar-benar menghujam saat peti jenazah mulai dibawa mendekati liang lahat. Detik-detik peti diturunkan ke dalam makam terasa begitu panjang dan menyayat. Di antara isak, keluarga saling berpegangan, berusaha menguatkan. Tapi duka yang mereka rasakan jelas terlalu dalam untuk bisa disembunyikan.
Sebelumnya, identitas Yoga dipastikan oleh tim DVI. Proses identifikasi itu tak mudah, butuh ketelitian. Setelah semua jelas, barulah jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya.
Kepergiannya jelas meninggalkan luka. Bukan cuma untuk keluarga di rumah, tapi juga untuk teman-teman sejawatnya di KKP. Di kantor, Yoga dikenal sebagai pribadi yang tekun dan punya dedikasi tinggi. Ia juga mudah bergaul, sehingga banyak yang merasa kehilangan sosoknya.
Prosesi akhirnya ditutup dengan doa bersama. Pelayat dan keluarga memanjatkan penghormatan terakhir. Udara haru itu tetap menggantung, tak juga pergi, hingga semuanya usai dan Yoga Naufal pun beristirahat dengan tenang.
Artikel Terkait
Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan ke Pemerintah dan BI di Tengah Anjloknya IHSG dan Pelemahan Rupiah
Thailand U-19 Kalah 0-2 dari Australia di Final Piala AFF, Pelatih Justru Bangga
Kemendikdasmen Revitalisasi 16.167 Sekolah hingga 2025, Tahun Ini Target Rampung Sambut Tahun Ajaran Baru
Trump Rayakan Ultah ke-80 di Gedung Putih dengan Gelaran UFC Mewah Berbiaya 60 Juta Dolar