Mulai pertengahan April 2026 nanti, pegawai pemerintah Malaysia bakal banyak bekerja dari rumah. Kabinet baru saja menyetujui kebijakan work from home atau WFH ini untuk seluruh aparatur sipil negara.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengonfirmasinya lewat sebuah pernyataan video, Rabu malam (1/4).
"Hari ini rapat kabinet menyetujui pelaksanaan kebijakan bekerja dari rumah bagi kementerian, lembaga, serta badan hukum dan perusahaan milik pemerintah mulai 15 April,"
Begitu kata Anwar. Soal teknis pelaksanaannya, seperti berapa hari dalam seminggu, akan dijelaskan kemudian. Tapi tujuannya jelas: menghemat bahan bakar dan menjaga stok energi negara agar lebih stabil.
Nah, rupanya langkah serupa juga sedang dijalankan oleh tetangga dekatnya, Indonesia. Pemerintah RI bahkan lebih dulu bergerak, dengan mewajibkan ASN bekerja dari rumah setiap hari Jumat. Kebijakan itu mulai berlaku sejak 1 April lalu.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut aturan ini akan ditinjau ulang setelah dua bulan berjalan. Jadi, masih ada ruang untuk penyesuaian.
Tak cuma untuk pegawai negeri, sektor swasta pun dapat imbauan serupa. Kementerian Ketenagakerjaan rencananya akan mengeluarkan surat edaran khusus. Tapi tentu saja, pelaksanaannya nanti akan melihat kondisi tiap sektor usaha. Tidak bisa disamaratakan begitu saja.
Jadi, tren bekerja dari rumah yang sempat meluas di masa pandemi, kini kembali diangkat kali ini dengan alasan yang sedikit berbeda: efisiensi energi.
Artikel Terkait
Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Istiqlal Dimulai, Sapi Presiden Prabowo Berbobot 1,3 Ton
Pengemudi BYD Denza di Tangerang Ditilang Usai Modifikasi Pelat Nomor Mirip Kendaraan Pejabat
KRL Duri–Tangerang Mogok, Dua Perjalanan Dibatalkan, KAI Commuter Lakukan Investigasi
Razman Arif Nasution Siap Jalani Vonis 1,5 Tahun Penjara Usai Kasasi Ditolak MA