Proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, resmi dimulai pada Kamis, 28 Mei 2026, dengan dua ekor sapi berukuran raksasa menjadi prioritas utama pemotongan pada hari pertama. Ketua Panitia Iduladha Masjid Istiqlal, Mas’ud, mengonfirmasi bahwa penyembelihan diawali dengan sapi kurban atas nama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sapi milik kepala negara tercatat memiliki bobot mencapai 1,3 ton, sementara sapi milik wakil presiden berbobot 1,2 ton.
Sebelum proses pemotongan dimulai, pengelola menggelar seremonial pembukaan di area Rumah Potong Hewan (RPH) Masjid Istiqlal. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga menjabat sebagai Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Kehadirannya menandai dimulainya rangkaian kegiatan kurban secara resmi di lingkungan masjid nasional tersebut.
Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai syariat dan standar kebersihan, panitia menerjunkan puluhan juru sembelih halal atau juleha yang telah tersertifikasi. “Kita ada 50 lebih tim jagal, mulai dari proses penyembelihan sampai pengemasan dan pengepakan,” ujar Mas’ud. Selain itu, tim medis dari dinas terkait juga disiagakan guna melakukan pemeriksaan kesehatan hewan dan daging sebelum didistribusikan.
Sementara itu, kebijakan manajemen Masjid Istiqlal pada tahun ini mengatur agar seluruh daging yang telah dikemas rapi langsung dibagikan secara tertutup. Pendistribusian dilakukan kepada sejumlah yayasan binaan Masjid Istiqlal, tanpa melalui proses pembagian terbuka di area masjid. Langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban dan memastikan daging sampai kepada penerima yang berhak.
Artikel Terkait
AS Kembali Serang Lokasi Militer di Iran di Tengah Negosiasi Damai yang Mandek
Trump Desak Negara Timur Tengah Bergabung dengan Abraham Accords di Tengah Negosiasi Perang Iran
Anang Hermansyah Diapresiasi karena Sikap Dewasa terhadap Kris Dayanti, Warganet Soroti Kontras dengan Ahmad Dhani-Maia Estianty
Bitcoin Ambrol ke Bawah 75 Ribu Dolar AS, Tertekan Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran dan Arus Keluar Dana Institusional