Pemerintah punya rencana baru untuk menangani masalah hunian di ibu kota. Kali ini, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bekerja sama dengan sejumlah BUMN bakal membangun 800 unit rumah susun. Sasaran utamanya adalah masyarakat berpenghasilan rendah, terutama mereka yang selama ini tinggal di bantaran rel kereta api di Jakarta.
Lokasinya nanti di dua titik yang terkenal padat: Pasar Senen dan Tanah Abang. Di Senen, tepatnya di area Kramat, akan berdiri 300 unit. Sementara di Tanah Abang, lebih banyak lagi, sekitar 500 unit. Target penyelesaiannya cukup jelas: 15 Juni 2026. Mereka ingin serentak selesai.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menjelaskan detailnya dalam sebuah konferensi pers di Kantor BP BUMN, Rabu lalu.
"Di Senen, tepatnya di Kramat, akan dibangun sekitar 300 unit hunian di atas lahan milik Angkasa Pura. Kemudian di Tanah Abang akan dibangun sekitar 500 unit di lahan milik Kereta Api Indonesia," ujarnya.
Yang menarik dari proyek ini adalah skema kerjasamanya. Lahan disediakan oleh BUMN seperti KAI dan InJourney Airports. Nah, untuk dukungan konstruksi, mereka menggandeng pihak swasta lewat program CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan. Jadi, semacam kolaborasi lintas sektor.
"Inisiatif ini menekankan kapan selesainya, bukan kapan dimulainya. Ini memberikan kepastian yang sangat penting bagi masyarakat," tegas Maruarar.
Artikel Terkait
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai Tiga Orang dan Rusakkan Puluhan Rumah
Menpar Akui Dampak Konflik Timur Tengah, Kerugian Pariwisata Capai Rp2,04 Triliun
Menpar Genjot Strategi Pivot Pasar Wisata Hadapi Tekanan Global
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas dalam Plastik, Pesan Tolong Dimakamkan Anakku Syalwa Tertempel