Ini Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban Lengkap dari Takbir hingga Permohonan Diterima Allah

- Rabu, 27 Mei 2026 | 11:25 WIB
Ini Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban Lengkap dari Takbir hingga Permohonan Diterima Allah

Perayaan Idul Adha menjadi momentum bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah kurban, sebuah amalan yang dianjurkan setelah salat Idul Adha pada 10 Zulhijah hingga hari Tasyrik, yaitu 11, 12, dan 13 Zulhijah. Dalam pelaksanaannya, terdapat rangkaian doa yang dianjurkan untuk dibaca saat menyembelih hewan kurban, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu karya Syaikh Wahba Al-Zuhaili. Doa tersebut terdiri dari basmalah, salawat kepada Rasulullah SAW, takbir, dan permohonan agar kurban diterima oleh Allah SWT.

Doa yang dianggap paling sempurna ketika hendak menyembelih hewan kurban memiliki lafal yang panjang dan penuh makna. Berikut adalah bacaan yang dianjurkan: "Wajjahtu wajhii lilladzii fatharas samaawaatii wal ardha hanifaw wamaa ana minal musyrikiin, inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaati lillaahi rabbil 'aalamiin, laa syariikalahuu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin. Bismillaahir rahmaanir rahiim, allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aali sayyidinaa muhammad. Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, wa lillaahil hamd. Allahumma haadzihii minka wa ilaika fataqabbal minnii/min fulaan, kamaa taqabbalta min ibraahiim khaliilika."

Artinya, doa tersebut mengandung pernyataan menghadapkan diri kepada Tuhan pencipta langit dan bumi, penegasan bahwa salat, ibadah, hidup, dan mati hanya untuk Allah, serta permohonan agar kurban diterima sebagaimana diterimanya kurban Nabi Ibrahim. Bacaan ini mencerminkan ketundukan total kepada Sang Pencipta dan harapan akan penerimaan amal ibadah.

Sementara itu, sumber lain dari Nahdlatul Ulama (NU) menyebutkan bacaan doa menyembelih hewan kurban yang lebih ringkas namun tetap memiliki esensi yang sama. Rangkaian doa tersebut dimulai dengan membaca "Bismillah" atau lebih sempurna "Bismillahir rahmanir rahim", yang berarti "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang."

Setelah itu, dianjurkan membaca salawat untuk Rasulullah SAW: "Allahumma shalli ala sayyidina muhammad, wa ala ali sayyidina muhammad." Artinya, "Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya." Kemudian dilanjutkan dengan takbir tiga kali dan tahmid sekali: "Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, walillahil hamd."

Doa menyembelih yang terakhir adalah: "Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minni ya karim." Artinya, "Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku." Bacaan ini menjadi penutup rangkaian doa sebelum pisau digoreskan ke leher hewan.

Adab dan waktu membaca doa kurban juga memiliki ketentuan tersendiri. Waktu terbaik untuk membaca doa adalah ketika hewan akan disembelih, tepat sebelum pisau digoreskan ke leher hewan. Pada momen ini, penyembelih mengangkat niat kurban dalam hati dan melafalkan doa secara lisan dengan suara yang jelas dan penuh penghayatan.

Selain waktu, posisi dan sikap saat menyembelih juga menjadi bagian dari adab yang harus diperhatikan. Hewan disembelih dalam posisi menghadap kiblat, dan penyembelih dianjurkan membaca doa dengan khusyuk. Pisau yang digunakan harus tajam dan hewan tidak boleh disiksa sebelum penyembelihan, sebagaimana Rasulullah SAW menekankan pentingnya berbuat ihsan bahkan dalam proses penyembelihan.

Di sisi lain, bagi mereka yang berkurban melalui perwakilan, misalnya melalui panitia kurban, dianjurkan untuk tetap membaca doa kurban ketika menyerahkan niat kurbannya kepada panitia. Hal ini penting untuk menjaga keikhlasan niat dan memastikan keberkahan amal tetap mengalir meskipun proses penyembelihan dilakukan oleh orang lain.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags