China Salip AS dan Rusia, Kini Jadi Negara dengan Jaringan Diplomatik Terbanyak di Dunia

- Rabu, 27 Mei 2026 | 11:35 WIB
China Salip AS dan Rusia, Kini Jadi Negara dengan Jaringan Diplomatik Terbanyak di Dunia

Jaringan dan pos diplomatik menjadi salah satu indikator utama dalam mengukur pengaruh suatu negara di panggung global. Berdasarkan data terbaru, China kini berhasil menyalip Amerika Serikat (AS) dan Rusia sebagai negara dengan jumlah pos diplomatik terbanyak di dunia.

Data tersebut bersumber dari lembaga think tank Lowy Institute yang mencakup kawasan Asia, negara-negara anggota G20, hingga Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Menurut data terkini yang dirilis pada Selasa (26/5/2026), China tercatat memiliki 274 pos diplomatik, unggul tipis atas AS yang memiliki 271 pos.

Dominasi China tidak hanya terlihat dari jumlah total, tetapi juga dari sebaran di berbagai kawasan strategis. Di Afrika, misalnya, China mengoperasikan 60 pos diplomatik, sementara AS hanya memiliki 56 pos. Sementara itu, di Asia Timur, China menunjukkan dominasi mutlak dengan 44 pos, jauh melampaui AS yang hanya memiliki 27 pos.

Di kawasan Negara-negara Kepulauan Pasifik, China unggul tipis dengan 9 pos dibandingkan AS yang memiliki 8 pos. Adapun di Asia Tengah, China juga memimpin dengan 7 pos diplomatik, mengungguli AS yang memiliki 6 pos terutama setelah AS menarik diri dari Afghanistan.

Data ini menunjukkan pergeseran peta pengaruh global, di mana China terus memperluas jejak diplomatiknya di berbagai belahan dunia. Meskipun selisih jumlah pos diplomatik antara China dan AS tidak terlalu besar, pola sebaran yang agresif di kawasan tertentu menandakan strategi jangka panjang Beijing untuk memperkuat pengaruh politik dan ekonominya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar