Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Sehari sebelumnya, indeks ditutup menguat 1,69 persen ke level 6.373, disertai munculnya volume pembelian yang cukup signifikan.
Riset MNC Sekuritas menyebutkan, dalam skenario terbaik (hitam), posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [iv]. Kondisi itu membuka peluang indeks untuk bergerak naik menuju target 6.440-6.544. Sementara dalam skenario terburuk (merah), IHSG dinilai telah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal dan berisiko terkoreksi ke rentang 5.890-6.192 untuk membentuk wave (b).
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan berada pada support 6.201 dan 6.029, dengan resistance di level 6.454 dan 6.599.
Berikut sejumlah saham yang menarik untuk dicermati:
Saham Rekomendasi
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) direkomendasikan dengan strategi buy on weakness. Saham ini menguat 7,14 persen ke Rp1.950 dan ditopang volume pembelian. Pergerakannya masih berada di atas MA20, dan posisinya diperkirakan sedang berada di awal wave (iii) dari wave [iii]. Level buy on weakness berada di Rp1.850-Rp1.920, dengan target harga Rp2.020 dan Rp2.190, serta stoploss di bawah Rp1.845.
PT XL Axiata Tbk (EXCL) juga direkomendasikan buy on weakness. Saham ini naik 6,22 persen ke Rp2.560 dengan volume pembelian tinggi, namun belum mampu menembus MA60. Posisi EXCL diperkirakan berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C. Level buy on weakness di Rp2.500-Rp2.550, target harga Rp2.680 dan Rp2.800, serta stoploss di bawah Rp2.470.
PT Timah (Persero) Tbk (TINS) menguat 1,86 persen ke Rp3.840 dengan volume pembelian. Posisinya diperkirakan berada pada bagian dari wave A dari wave (B) pada label hitam. Rekomendasi buy on weakness di Rp3.650-Rp3.730, target harga Rp3.860 dan Rp3.920, dengan stoploss di bawah Rp3.590.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 0,86 persen ke Rp1.760, masih berada di atas MA20. Posisi UNVR diperkirakan berada pada bagian dari wave (y) dari wave [b] pada label hitam. Level buy on weakness di Rp1.625-Rp1.715, target harga Rp1.810 dan Rp1.915, serta stoploss di bawah Rp1.600.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,69 Persen ke 6.373, Nilai Transaksi Tembus Rp17,2 Triliun
IHSG Menguat 1,69% ke 6.373,85, Didorong Aksi Beli Masif
IHSG Menguat 1 Persen di Sesi I, ISAT dan EXCL Pimpin Top Gainers
IHSG Terkoreksi, Empat Saham Ini Masuk Radar Rekomendasi