Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan pada Rabu (27/5/2026) siang. Lembaga tersebut memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang akan mulai terjadi sekitar pukul 11.30 Wita.
Informasi yang dirilis pada pukul 11.00 Wita itu menyebutkan, wilayah yang diperkirakan terdampak pada fase awal meliputi Kabupaten Bone, tepatnya di Kecamatan Cenrana, serta sejumlah kecamatan di Kabupaten Wajo seperti Takkalalla, Sajoanging, Bola, dan Penrang. Namun, BMKG juga memperkirakan kondisi cuaca tersebut berpotensi meluas ke daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan.
Di Kabupaten Wajo, hujan diprediksi menjangkau Kecamatan Danau Tempe, Sabbangparu, Pammana, Majauleng, Tempe, Tanasitolo, Gilireng, hingga Keera. Sementara itu, di Kabupaten Bone, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Ulaweng, Awangpone, Tellu Siattinge, Ajangale, Dua Boccoe, dan Amali.
Potensi cuaca ekstrem juga diperkirakan terjadi di Kabupaten Barru, khususnya di Kecamatan Soppeng Riaja, Mallusetasi, dan Balusu. Di sisi lain, BMKG turut memperingatkan potensi hujan lebat di Kabupaten Soppeng, mencakup Kecamatan Lilirilau dan Marioriawa, serta Kabupaten Sidrap yang meliputi Panca Lautang, Tellu Limpoe, dan Watang Sidenreng.
BMKG menyatakan bahwa kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 13.30 Wita. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti genangan air, pohon tumbang, jalan licin, hingga gangguan aktivitas di luar ruangan akibat hujan lebat dan angin kencang.
Artikel Terkait
Ini Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban Lengkap dari Takbir hingga Permohonan Diterima Allah
Menkeu Purbaya Bantah Data Ekonomi 5,61 Persen Tak Sesuai Realita, Sebut Indikator Penunjang Tunjukkan Tren Positif
Puan Maharani Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha sebagai Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
Polisi Narkoba Ditusuk Bandar Sabu Saat Penyergapan di Pasar Baturaja