Setiap tahun, lebih dari dua ratus ribu warga Indonesia berangkat haji. Itu angka yang luar biasa, menjadikan kita negara dengan jamaah haji terbanyak di dunia. Belum lagi sekitar dua juta jamaah umrah yang berangkat setia tahunnya. Bayangkan saja gelombang manusia itu. Nah, melihat besarnya angka ini, pemerintah punya ide. Daripada uang mengalir keluar, kenapa tidak manfaatkan produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan mereka?
Maka, dimulailah inisiatif mengirim bumbu pasta dan makanan siap saji buatan lokal ke Arab Saudi. Barang-barang ini, yang biasa disebut ready to eat atau RTE, diharapkan bisa lebih dekat dengan lidah jamaah Indonesia di sana.
Untuk urusan pengirimannya, dua BUMN diajak bersinergi. Garuda Indonesia dan Pos Indonesia berkolaborasi menangani logistiknya, dengan tawaran biaya yang disebut efisien dan kompetitif. Pengiriman perdana tahap pertama sudah dimulai. Sekitar 100 ton kargo khusus itu diterbangkan mulai 2 April 2026, dan prosesnya berlanjut hingga 6 April nanti.
“Ini baru langkah awal,” kata Ferry Irawan, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian.
Menurutnya, sinergi antar kementerian dan BUMN untuk logistik haji ini baru dimulai tahun 2026. Rencananya, kolaborasi ini akan dikembangkan lebih jauh.
“Ke depan lebih dioptimalkan untuk beberapa potensi kolaborasi lainnya seperti pengiriman oleh-oleh haji dan umrah serta pengiriman makanan untuk kebutuhan jamaah umrah sepanjang tahun,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah seperti ini diharapkan bisa menahan pelebaran defisit neraca jasa nasional dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Pernyataan itu disampaikan dalam acara pelepasan ekspor di Tangerang, Kamis lalu.
Memang, kalau dipikir-pikir, potensi ekonominya sangat besar. Mulai dari layanan hotel, transportasi, logistik, sampai konsumsi. Dengan menguasai rantai nilai ini, Indonesia bisa mengambil posisi strategis. Uang pun berputar di dalam negeri, tidak lari ke penyedia layanan asing.
Di sisi lain, fokus pada penguatan ekosistem haji dan umrah ini bukan tanpa alasan. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga devisa nasional. Intinya, mengurangi arus keluar uang ke luar negeri dan meningkatkan pemasukan devisa.
Data menunjukkannya dengan jelas. Neraca Pembayaran Indonesia pada 2025 mencatat defisit neraca jasa hingga USD 19,8 miliar. Kontributor terbesarnya? Jasa transportasi. Sebagian dari defisit itu bersumber dari pengeluaran jamaah yang menggunakan jasa logistik dan konsumsi dari perusahaan luar.
Artinya, semakin banyak layanan yang bisa disediakan oleh penyedia lokal, semakin besar devisa yang bisa dihemat. Logika yang sederhana, tapi dampaknya signifikan.
Jaenal Effendi, Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, juga menekankan hal serupa. Menurutnya, saatnya semua pihak bersatu padu.
“Sudah saatnya Kementerian/Lembaga dan BUMN bersanding dan berkolaborasi,” katanya.
Tujuannya, menciptakan ekosistem yang manfaatnya tidak hanya dirasakan jamaah, tapi juga masyarakat luas melalui efek berantai dalam perekonomian.
Harapannya, sinergi logistik ini tidak berhenti pada musim haji saja. Tapi juga berlanjut untuk mendukung pelaksanaan umrah sepanjang tahun, mencakup katering, transportasi, perdagangan, hingga pengiriman oleh-oleh. Intinya, agar jamaah Indonesia bisa dilayani oleh penyedia jasa Indonesia.
Pendapat senada datang dari Haryo Limanseto, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian.
“Kami menindaklanjuti pertemuan antara Menko Perekonomian dengan Wamen Haji agar kita bisa sama-sama melakukan penguatan ekosistem haji,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembicaraan tentang haji dan umrah kini tidak boleh hanya seputar ritual ibadahnya semata. Aspek ekonominya harus mendapat porsi perhatian yang serius.
Acara pelepasan pengiriman perdana itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait. Mulai dari perwakilan Kemenko Perekonomian, Ditjen Ekosistem Haji dan Umrah, Bea Cukai Soekarno-Hatta, hingga direksi PT Pos Indonesia dan Garuda Indonesia. Mereka bersama-sama melepas 100 ton pertama dari total 230 ton kargo yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci.
Artikel Terkait
Sopir Baru di Kelapa Gading Diduga Perkosa Dua ART Saat Majikan Pergi
Pelatih Persib Larang Pemain Bahas Konvoi Juara Demi Fokus Hadapi Persijap
Rosan Buka Alasan Penunjukan Luke Thomas sebagai Dirut Danantara Sumber Daya Indonesia
Bank bjb Raup Laba Rp410 Miliar di Kuartal I 2026, Tumbuh 13,3 Persen