Suami Asal Cianjur Temukan Istrinya Trauma Usai Hilang Kontak Tiga Minggu Bekerja di Rumah Erin Taulany

- Kamis, 21 Mei 2026 | 11:00 WIB
Suami Asal Cianjur Temukan Istrinya Trauma Usai Hilang Kontak Tiga Minggu Bekerja di Rumah Erin Taulany

Kekhawatiran mendalam menyelimuti seorang suami asal Cianjur yang kehilangan kontak dengan istrinya, seorang asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Erin Taulany, mantan istri komedian Andre Taulany. Rahmat, pria tersebut, mengaku sudah hampir tiga minggu tidak mendapat kabar dari Nur, sang istri, yang telah bekerja di rumah Erin selama lebih dari satu bulan. Kondisi ini membuatnya nekat meninggalkan kampung halaman dan datang ke Jakarta untuk mencari tahu keberadaan istrinya.

Rahmat mengungkapkan bahwa kecemasan yang ia rasakan bukan hanya berasal dari dirinya sendiri, tetapi juga dari kedua orang tua yang mengalami tekanan psikologis berat. Bahkan, orang tuanya disebut harus mendapatkan perawatan medis akibat syok. “Saya khawatirnya itu enggak ada kabar udah hampir tiga minggu. Orangtua saya syok, orangtua saya sampai diinfus, orangtua saya juga, orangtua istri juga khawatir,” ujarnya kepada wartawan pada Rabu (20/5/2026).

Keputusan untuk menjemput Nur secara langsung diambil setelah keluarga panik mendengar berbagai kabar yang beredar mengenai situasi di rumah Erin. Isu tentang asisten rumah tangga yang kabur akibat dugaan perlakuan tidak menyenangkan semakin memperkuat kekhawatiran mereka. Rahmat pun menegaskan bahwa ia hanya ingin menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dan bertanggung jawab sebagai suami.

“Saya tanggung jawab sebagai suami nyari kabar istri. Biasanya sebelum yang viral itu istri saya ngabarin, seperti biasa, cuma tiba-tiba susah dihubungi. Terakhir bilang baik-baik saja. Cuma saya kan namanya keluarga di kampung tetap, biasa komunikasi, sekarang enggak,” kata Rahmat. Ia menambahkan, “Intinya saya ingin ngejemput istri saya secara baik-baik sama bu Erin secara kekeluargaan. Saya pengin tahu aja kondisi istri saya.”

Setelah beberapa pekan dalam ketidakpastian, Rahmat akhirnya bertemu dengan Nur pada Jumat lalu. Pertemuan yang dinanti itu justru membawa kabar yang memilukan. Sang istri mengaku tidak betah, takut, dan trauma, hingga sempat berpikir untuk kabur jika tidak diizinkan pulang. “Ketemu langsung, intinya istri saya mau pulang, enggak betah, takut, was was, trauma, kalau misalkan dia enggak pulang, dia mau kabur karena takut, itu yang saya takutin,” tutur Rahmat sembari menangis.

Meskipun demikian, Rahmat menegaskan bahwa Nur tidak mengalami kekerasan fisik dari Erin. Namun, tekanan psikologis yang dirasakan cukup kuat. Nur disebut merasa tidak nyaman dan ingin segera pulang, terutama setelah rekan-rekannya yang lain sudah lebih dulu meninggalkan rumah tersebut. “Takut psikisnya kena. (Nur mengaku) Belum pernah (dapat tekanan dari Erin), cuma ketakutan aja semenjak kejadian itu. Informasi dari istri itu pokoknya enggak betah dia pengin pulang karena yang lain udah pulang, dia tinggal sendiri sekarang,” jelas Rahmat.

Selain rasa tidak nyaman, Rahmat juga menduga adanya pembatasan komunikasi. Ponsel Nur disebut sempat ditahan sehingga ia tidak bisa menghubungi keluarga selama berminggu-minggu. “HP itu mungkin ditahan atau bagaimana. (Kata istri) HP-nya ditahan, alasannya enggak tahu, istri saya enggak bilang (alasannya), katanya kalau HP udah dikasih nanti dikabarin,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa sebelum kejadian ini, komunikasi dengan istrinya berjalan normal tanpa hambatan.

Situasi ini menjadi rangkaian baru dari kasus yang sebelumnya mencuat ke publik. Sebelumnya, Erin Taulany telah dilaporkan oleh mantan asisten rumah tangganya yang bernama Hera atas dugaan penganiayaan. Kini, dengan munculnya laporan dari keluarga Nur, publik kembali menyoroti kondisi perlindungan dan kesejahteraan pekerja rumah tangga di Indonesia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags